Home - Teknologi & Digital - I-CAN Diluncurkan Untuk Mendorong Percepatan Perhutanan Hijau Berbasis Alam di Indonesia

I-CAN Diluncurkan Untuk Mendorong Percepatan Perhutanan Hijau Berbasis Alam di Indonesia

I-CAN adalah pengembangan riset dan inovasi multidisiplin, yang didedikasikan untuk memperkuat Riset Terapan dan Inovasi untuk Solusi Berbasis Alam. Begini lengkapnya.

Rabu, 3 Desember 2025 - 17:40 WIB
I-CAN Diluncurkan Untuk Mendorong Percepatan Perhutanan Hijau Berbasis Alam di Indonesia
Ket foto, pejabat lintas kementrian dan ilmuwan Canada bicara bencana di IICC Botani Bogor.  Foto: Hallonews/yopy

HALLONEWS.COM – Mitigasi bencana menjadi bagian dalam riset terapan dan inovasi yang di gagas IPB University melalui I-CAN.

I-CAN adalah lembaga riset baru yang di luncurkan dalam mendorong percepatan perhutanan sosial dan ekonomi hijau di Indonesia.

IPB Centre for Applied Research in Nature-based Solutions (I-CAN) adalah pengembangan riset dan inovasi multidisiplin, yang didedikasikan untuk memperkuat Riset Terapan dan Inovasi untuk Solusi Berbasis Alam.

Dalam peluncurannya di IICC Botani Bogor Rabu 3 Desember 2025, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University sekaligus Dewan Pengarah I-CAN, Prof. Dodik Ridho Nurrochmat menyoroti banjir bandang yang terjadi di Aceh, kemudian Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Prof. Dodik menuturkan, disertasi yang membahas mengenai potensi bencana hidrologis di Aceh dan Sumatera Utara itupun pernah di publish pada 2020.

Bill Duggan, Project Director FINCAPES- University of Waterloo, Canada menambahkan, peristiwa bencana kebakaran hutan dan lahan khususnya pada lahan gambut juga menjadi obyek riset yang di lakukan di Indonesia, termasuk yang terbaru adalah tata kelola hutan, University of Waterloo memiliki komitmen pada riset iklim dan NbS kelas dunia.

Di satu sisi, Indonesia menjadi tempat Canada belajar memadukan sains, komunitas, dan budaya dalam mengelola hutan.

“Hasil riset bukan produk kebijakan, melainkan sebuah landasan untuk di jalankan oleh para pengambil keputusan serta materi dalam menyusun regulasi,” ujar
Bill Duggan kepada wartawan.

Peluncuran ini dihadiri oleh pimpinan kementerian dan lembaga, termasuk Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), serta pimpinan IPB University.