Home - Nusantara - Hari ini, Lima Jenazah Korban Pesawat ART Dievakuasi Melalui Jalur Udara

Hari ini, Lima Jenazah Korban Pesawat ART Dievakuasi Melalui Jalur Udara

Untuk lima korban lainnya posisi masih di sekitaran TKP namun sudah dikumpulkan. Sejal awal petugas ingin cepat maka menggunakan evakuasi udara.

Jumat, 23 Januari 2026 - 8:16 WIB
Hari ini, Lima Jenazah Korban Pesawat ART Dievakuasi Melalui Jalur Udara
Tim SAR mengevakuasi jenazah korban pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Pangkep. istimewa

HALLONEWS.COM – Lima jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di Gunung Bulusaraung akan dievakuasi hari ini menggunakan jalur udara.

Sementara satu lainnya dievakuasi tadi malam ke Posko Tompobulu, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Saat ini lima jenazah masih berada di lokasi sekitar 300 meter dari puncak Bulusaraung. Kelima jenazah tersebut sudah dikumpulkan untuk persiapan evakuasi.

“Untuk lima korban lainnya posisi masih di sekitaran TKP namun sudah dikumpulkan, kita cari daerah yang terbuka. Karena memang dari awal kita ingin cepat maka kita akan menggunakan evakuasi udara,” ujar Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi, Jumat (23/1/2026).

Menurut Dody, rencananya kelima jenazah akan langsung diterbangkan ke Lanud Sultan Hasanuddin.

Dia berharap cuaca di sekitar gunung Bulusaraung cerah untuk kelancaran evakuasi udara.

“Kita doakan bersama cuaca pagi ini khususnya yang mau mengambil evakuasi udara dari 5 korban tersebut bisa berjalan dengan lancar,” ungkapnya.

Sementara jenazah satu lainnya sudah dievakuasi melalui jalur darat menuju Posko Operasi SAR di Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep.

Jenazah tiba di pintu masuk jalur pendakian Gunung Bulusaraung pukul 21.15 Wita. Jenazah korban lalu dibawa ke posko DVI untuk diberi label.

“Sekitar pukul 17.56 Wita, satu korban berhasil kita angkat ke puncak dan rencana sekarang proses penurunan ke Posko,” tandasnya.

Sebelumnya, tim SAR menemukan enam jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di tebing Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel, Rabu (21/1/2026).

Keenam jenazah sudah dalam kondisi membengkak hingga turut mempengaruhi proses evakuasi.

“Kondisi jenazah yang kondisinya sudah membengkak sudah 6 hari. Tentunya dalam proses pemasukan dalam kantong jenazah tidak mudah,” kata Dody.

Diketahui, tim SAR gabungan lebih dulu menemukan 3 jenazah utuh dan 1 potongan tubuh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500. Salah satunya merupakan jenazah wanita yang ditemukan di jurang kedalaman 500 meter di puncak Gunung Bulusaraung, Senin (19/1/2026).

Dari hasil pemeriksaan, jenazah itu teridentifikasi sebagai pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono (33). Identitas Florencia terungkap berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari. (min)