Home - Nusantara - Gunung Api Ili Lewotolok di NTT Meletus Berkali-kali, Pemda dan BPBD Siapkan Rencana Mitigasi

Gunung Api Ili Lewotolok di NTT Meletus Berkali-kali, Pemda dan BPBD Siapkan Rencana Mitigasi

Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan menunjukkan aktivitas vulkanik serius sejak Minggu malam hingga Senin (2/2/2026) pagi.

Senin, 2 Februari 2026 - 11:00 WIB
Gunung Api Ili Lewotolok di NTT Meletus Berkali-kali, Pemda dan BPBD Siapkan Rencana Mitigasi
Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) Foto: Dok ESDM

HALLONEWS.COM — Gunung Api Ili Lewotolok yang terletak di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) dilaporkan menunjukkan aktivitas vulkanik serius dan fluktuatif. Antara Minggu malam hingga Senin (2/2/2026) pagi, telah terjadi sekitar 50 letusan. Erupsi tersebut disertai lontaran material pijar dan gemuruh dengan intensitas lemah hingga sedang.

Dalam beberapa minggu terakhir, Gunung Ile Lewotolok mencatatkan puluhan sampai ratusan kali letusan/vulkanik gempa. Pada akhir Januari 2026 saja, gunung ini tercatat meletus puluhan kali dalam satu hari dan menghasilkan kolom abu serta gemuruh di kawah puncak.

Aktivitas tersebut melibatkan gempa erupsi, gempa embusan, tremor non-harmonik, dan guguran material vulkanik, yang menunjukkan fase erupsi yang tinggi dan tidak stabil.

Selain itu, gunung tersebut berulang kali memuntahkan kolom abu putih hingga kelabu setinggi ratusan meter di atas puncak pada akhir Januari dan pertengahan Januari 2026.

Gunung Api Ili Lewotolok juga tercatat meletus sebanyak 27 kali disertai suara gemuruh pada Sabtu (31/1/2026). Petufas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Ile Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua, mengatakan setiap letusan terekam dengan amplitudo dan durasi yang bervariasi. “Terekam 27 kali letusan dengan durasi antara 24-45 detik,” ujar Nanda, Sabtu lalu.

Badan Geologi secara resmi meningkatkan status Ili Lewotolok ke Level III (Siaga) setelah intensitas aktivitas vulkanik meningkat tajam sejak awal Januari 2026. Pada kategori ini, bahaya letusan eksplosif, lontaran material vulkanik, aliran lava, serta potensi hujan abu vulkanik masih sangat mungkin terjadi.

Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer dari kawah Gunung dan memperhatikan rekomendasi keselamatan dari PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia serta Pos Pengamatan setempat. Juga disarankan untuk menggunakan masker pelindung hidung dan mulut jika terjadi hujan abu vulkanik serta menutup sumber air bersih dari paparan abu.

Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata menyiapkan sejumlah langkah mitigasi untuk mengantisipasi potensi bahaya erupsi Gunung Api Ili Lewotolok, yang saat ini berstatus Level III (Siaga), Senin (2/2/2026).

Langkah mitigasi dilakukan menyusul aktivitas vulkanik gunung tersebut yang masih fluktuatif dan berpotensi menimbulkan bahaya berupa lontaran material pijar, guguran lava, serta hujan abu di wilayah sekitar.

BPBD menetapkan zona rawan bahaya dalam radius 3 kilometer dari kawah yang harus steril dari seluruh aktivitas masyarakat. Warga dilarang melakukan kegiatan berkebun, pendakian, maupun aktivitas lain di kawasan tersebut demi menghindari risiko terdampak langsung erupsi.

Selain itu, pemerintah daerah telah menyiapkan jalur evakuasi dan titik kumpul di desa-desa sekitar gunung. Aparat desa, relawan kebencanaan, serta unsur TNI dan Polri disiagakan untuk melakukan evakuasi cepat apabila terjadi peningkatan status gunung menjadi Level IV (Awas).

Untuk mendukung kesiapsiagaan, BPBD juga menyiapkan logistik darurat, termasuk masker, obat-obatan, air bersih, serta lokasi pengungsian sementara. Fasilitas layanan kesehatan di sekitar wilayah terdampak diminta siaga untuk menangani gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada, menggunakan masker saat terjadi hujan abu, serta menutup sumber air dan makanan dari paparan material vulkanik. Warga juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan oleh PVMBG, BPBD, dan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga Senin (2/2/2026), belum dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerusakan akibat aktivitas erupsi Gunung Api Ili Lewotolok. Namun, pemerintah memastikan pemantauan gunung dilakukan secara intensif selama 24 jam untuk meminimalkan risiko bagi masyarakat. (gaa)