Home - Nusantara - Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Serukan Hentikan Tambang demi Menjaga Ekosistem Bumi

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Serukan Hentikan Tambang demi Menjaga Ekosistem Bumi

Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyerukan penghentian penambangan liar dan berbagai bentuk perusakan alam.

Senin, 8 Desember 2025 - 11:11 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Serukan Hentikan Tambang demi Menjaga Ekosistem Bumi
Ket foto, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Foto: Istimewa

HALLONEWS.COM – Gubernur Provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyerukan penghentian penambangan liar dan berbagai bentuk perusakan alam.

Pesan tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di akun TikTok @dedimulyadiofficial, yang ditujukan kepada warga Jawa Barat maupun masyarakat luas di berbagai platform digital.

Menurut KDM, sapaan akrab Dedi Mulyadi, kerusakan hutan di Jawa Barat sudah mencapai tahap mengkhawatirkan.

KDM menyebut hanya sekitar 20 persen kawasan hutan yang masih berfungsi dengan baik, sementara sisanya mengalami degradasi akibat eksploitasi berlebihan, pembukaan lahan, hingga aktivitas penambangan liar.

“Hentikan penambangan liar, jangan gali lubang-lubang di gunung, hentikan pembalakan penebangan pohon yang membabi buta, karena kalau sudah bencana derita dialami orang yang tak berdosa,” kata KDM.

Ajakan mantan Bupati Purwakarta dua periode ini, terkait penutupan tambang disertai dengan pengingat soal etika lingkungan, bahwa manusia hanyalah bagian dari ekosistem bumi, bukan pihak yang bisa semena-mena mengeksploitasi alam.

“Mari kita sadar pada diri, kita ini mahluk bumi, jangan suka merusak bumi apalagi hanya mengobok-ngobok isi perut bumi,” pesan KDM yang di upload tanggal 3 Desember bertepatan dengan hari Pekerjaan Umum (PU).

Pada kesempatan tersebut, KDM menyampaikan bahwa, sektor pekerjaan umum memiliki empat tanggung jawab utama yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Keempat tanggung jawab tersebut yaitu pembangunan jalan yang mulus, pengelolaan bendungan dan irigasi, penyediaan sumber air bersih, serta pengembangan kawasan pemukiman yang layak dan tertata.

“PU itu bertanggung jawab terhadap satu, jalan yang mulus; dua, bendungan dan irigasi yang terurus; tiga, sumber air bersih yang menghilangkan haus; yang keempat, pemukiman yang bagus-bagus,” ujarnya.

Pesan tersebut merupakan bagian dari kampanye moral dan sosial Pemprov Jawa Barat yang menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur harus sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam melindungi ekosistem.