Grup Nanshan China Rencanakan Pembangunan Kilang Minyak di Indonesia dengan Kapasitas 100.000 Barel per Hari
Grup Nanshan China berencana membangun kilang minyak di Indonesia berkapasitas 100.000 barel per hari dengan investasi strategis untuk mendukung ketahanan energi dan pengurangan impor BBM.

HALLONEWS.COM – Rencana Grup Nanshan dari China untuk membangun kilang minyak di Indonesia yang dapat mengolah 100.000 barel per hari.
Inisiatif ini diungkapkan sebagai bagian dari strategi ekspansi bisnis di sektor energi hilir, yang berfokus pada produksi bahan bakar berkualitas tinggi untuk memenuhi permintaan di pasar domestik dan regional.
Nanshan merencanakan investasi sebesar 150 miliar rupiah selama lima tahun, dengan menginvestasikan hingga 30 miliar rupiah untuk tahap awal pembangunan kilang dan pabrik petrokimia.
Perencanaan proyek kilang ini akan membantu upaya pemerintah untuk meningkatkan kapasitas rafinasi negara, yang saat ini masih bergantung pada impor BBM dalam jumlah besar.
Diharapkan dengan menambahkan fasilitas baru ini akan mengurangi defisit neraca perdagangan energi dan menciptakan lapangan kerja baru di bidang konstruksi dan operasional.
Dengan pengalaman luas dalam manufaktur dan industri aluminium, Grup Nanshan melihat diversifikasi pengolahan minyak sebagai langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok mereka di seluruh dunia.
Untuk memastikan bahwa proyek ini mematuhi peraturan dan tujuan nasional, salah satu opsi yang dipikirkan adalah bekerja sama dengan mitra lokal.
Pembangunan kilang ini juga diharapkan memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi Indonesia, dengan produksi yang difokuskan pada bahan bakar ramah lingkungan dan efisien.
Perusahaan China tersebut telah melakukan kajian awal, termasuk analisis lokasi yang mendukung integrasi dengan infrastruktur existing seperti pelabuhan dan jalur distribusi.
Langkah ini selaras dengan tren investasi asing di sektor energi Indonesia, di mana teknologi modern dan standar operasional tinggi menjadi nilai tambah untuk mendukung target pengurangan emisi dan optimalisasi sumber daya.
Kapasitas 100.000 barel per hari akan menambah kapasitas rafinasi nasional, yang saat ini masih di bawah kebutuhan konsumsi harian.
Selain itu, proyek ini memiliki potensi untuk mendukung program hilirisasi energi yang lebih luas dan mempercepat transfer keahlian dan teknologi dari mitra asing ke tenaga kerja lokal.
Untuk memastikan proyek berkelanjutan dan menguntungkan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, Grup Nanshan berkomitmen untuk mematuhi peraturan lingkungan dan sosial.
Secara keseluruhan, rencana Grup Nanshan China untuk membangun kilang minyak berkapasitas 100.000 barel per hari di Indonesia menandai investasi strategis di sektor energi hilir, yang memungkinkan kerja sama lokal dan membantu mengurangi impor BBM nasional.
Akibat ekspektasi peningkatan aktivitas pembangunan dan pengurangan ketergantungan impor BBM, rencana investasi kilang minyak ini cenderung memberikan dorongan positif bagi sektor energi dan infrastruktur di pasar saham Indonesia.
Indeks sektor utilitas dan konstruksi juga dapat mengalami penguatan karena rencana ini. Namun, di masa mendatang, sektor distribusi BBM swasta mungkin menghadapi kompetisi yang lebih intens. (Hendeka Putra / Research Analyst Yes Invest)
Artikel ini merupakan produk jurnalistik Hallo News yang disusun berdasarkan informasi, data, dan narasumber yang dianggap kredibel pada saat penulisan. Seluruh konten disajikan untuk tujuan informasi dan edukasi, serta bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau nasihat untuk membeli, menjual, maupun menahan instrumen investasi atau produk keuangan tertentu.
Segala keputusan yang diambil pembaca berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pembaca. Hallo News tidak bertanggung jawab atas segala bentuk keuntungan maupun kerugian yang mungkin timbul sebagai akibat dari penggunaan informasi dalam artikel ini.
