Home - Megapolitan - Gerak Cepat Tanpa Kompromi, Ini Cara Komandan TRC-PB BPBD Kota Bogor Pimpin Tim di Situasi Darurat

Gerak Cepat Tanpa Kompromi, Ini Cara Komandan TRC-PB BPBD Kota Bogor Pimpin Tim di Situasi Darurat

Dua anak balita menjadi korban longsor tebingan yang terjadi di Kampung Pabuaran, RT 04 RW 10, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:30 WIB
Gerak Cepat Tanpa Kompromi, Ini Cara Komandan TRC-PB BPBD Kota Bogor Pimpin Tim di Situasi Darurat
Ket foto, BPBD Kota Bogor melakukan evakuasi dua anak yang tertimbun longsor. Saat kejadian, keduanya sedang berada dalam kamar. (Humas BPBD)

HALLONEWS.COM – Dua anak balita menjadi korban longsor tebingan yang terjadi di Kampung Pabuaran, RT 04 RW 10, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor.

Hujan deras yang melanda Bogor sejak Jumat (9/1/2026) siang hingga sore, menjadi faktor terjadinya bencana alam ini.

Komandan Regu TRC-PB BPBD Kota Bogor, Heru Apriyansah mengatakan, bencana alam itu terjadi sekitar pukul 16.45 WIB Jumat sore kemarin.

Longsor yang turun dari atas, lalu menimpa bagian belakang rumah milik Abudin. Material longsoran menghantam tembok kamar serta menutup akses jalan setapak di sekitar lokasi kejadian.

Saat peristiwa berlangsung, Rasyid (5) dan Fadil (4) diketahui sedang berada di dalam kamar.

Keduanya sempat tertimbun tanah longsor sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas gabungan yang datang ke lokasi tak lama setelah laporan diterima.

Menurut Heru Apriyansah, pihaknya langsung bergerak cepat setelah menerima informasi dari warga.

“Kami segera melakukan assessment dan evakuasi. Dua anak berhasil diselamatkan dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya.

Kedua korban kemudian dirujuk ke RS UMMI Kota Bogor. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, keduanya mengalami luka ringan dan masih dalam kondisi trauma akibat kejadian tersebut.

Selain menimbulkan korban luka, longsor tebingan ini juga berdampak pada satu keluarga yang terdiri dari lima jiwa.

Untuk sementara waktu, penghuni rumah terdampak dipindahkan ke rumah kontrakan guna menghindari potensi bahaya susulan.

BPBD Kota Bogor mencatat kebutuhan mendesak di lokasi kejadian berupa hunian sementara dan terpal.

Penanganan bencana melibatkan unsur lintas instansi, mulai dari BPBD, Damkar, Dinas Kesehatan, Tagana, PMI, kepolisian, aparat wilayah, hingga relawan.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat curah hujan tinggi, serta segera melaporkan apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah. (yopy)