Gagal Urus Sampah, Leony Bongkar Anggaran Pengelolaan Tangsel
Kota Tangerang Selatan tengah dihantui soal permasalahan sampah. Masyarakat teriak lantaran Pemkot Tangsel gagap dalam pengelolaan sampah tersebut..

HALLONEWS.COM- Kota Tangerang Selatan tengah dihantui soal permasalahan sampah. Masyarakat teriak lantaran Pemkot Tangsel gagap dalam pengelolaan sampah tersebut.
Bahkan sampah-sampah berceceran hingga menggunung di badan jalan. Hal itu dikarenakan TPA Cipeucang sedang dalam proses perbaikan.
Belum lama ini aktris Leony juga sempat menyuarakan kegelisahaannya. Bahkan menurutnya anggaran pengelolaan sampah cukup besar namun nyatanya Pemkot Tangsel tak bisa berbuat banyak.
Leony kritik pedas kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Kali ini, ia menyoroti anggaran pengelolaan sampah yang disebut mencapai Rp 111 miliar setelah seorang netizen mengeluhkan kondisi kota yang kerap dipenuhi asap pembakaran sampah.
Dalam sebuah unggahan di media sosial, seorang netizen bernama @makblash_ menuliskan keresahannya terkait kualitas lingkungan di Tangsel.
Ia menggambarkan suasana permukiman yang dipenuhi sampah dan asap, hingga membuat warga merasa seakan tidak memiliki pemerintah yang hadir untuk mengatasi masalah tersebut.
“Buat warga Tangsel asli (bukan yang tinggal di komplek developer bagus) ngerasain Tangsel seperti tidak ada pemerintahnya. Baru masuk gang sampah dan asap di mana-mana. Gak kuat, pindah aja. Daripada anak-anak kena broncopneumonia,” tulisnya.
Menanggapi komentar tersebut, Leony kemudian membalas dengan sindiran tajam. Ia menyinggung besarnya anggaran yang sudah disiapkan Pemkot Tangsel untuk pengelolaan sampah.
Berdasarkan laporan keuangan Pemkot Tangsel tahun 2024 halaman 253, terdapat program Pengelolaan persampahan dengan anggaran sebesar Rp 111.397.331.557 dan telah terealisasi sebesar 110.089.780.947.
Kritik Leony ini menambah sorotan publik terhadap pengelolaan sampah di Tangsel. Pasalnya, keluhan warga mengenai asap pembakaran sampah bukan kali pertama muncul. Warga menilai pemerintah daerah seharusnya bisa menghadirkan solusi konkret untuk masalah klasik yang berulang setiap tahun.
