Home - Nusantara - Gagal Mendarat, 2 Dari 5 Penerjun Payung Meninggal Dunia Saat Ditemukan di Perairan Bagolo, Pangandaran

Gagal Mendarat, 2 Dari 5 Penerjun Payung Meninggal Dunia Saat Ditemukan di Perairan Bagolo, Pangandaran

Jasad atlet terjun payung Widiasih ditemukan di Perairan Pangandaran, operasi SAR gabungan selesai setelah evakuasi korban meninggal dunia Januari 2026.

Senin, 5 Januari 2026 - 12:30 WIB
Gagal Mendarat, 2 Dari 5 Penerjun Payung Meninggal Dunia Saat Ditemukan di Perairan Bagolo, Pangandaran
Ket foto, proses evakuasi jenasah Kopasgat Widiasih, penerjun payung yang gagal mendarat. (Humas tim SAR)

HALLONEWS.COM – Jasad atlet terjun payung, ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 07.45 WIB, di perairan Pangandaran, Jawa Barat.

Temuan jasad penerjun payung pada Jumat 2 Januari 2026 ini atas informasi dari nelayan Cilacap KM Murah Rezeki yang sedang melintas di Perairan Pangandaran.

Setelah proses evakuasi, jasad ini diketahui benar almarhumah Purn Korpasgat Widiasih (58).

Tanda-tanda khusus yang ada pada jasad yang ditemukan, sama dengan yang dicari tim SAR. Jasad ditemukan mengapung di Perairan Bagolo dengan jarak 9 Nautical Mile dari lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana melalui rilisnya mengatakan, tim SAR Gabungan langsung melaksanakan evakuasi ke TPI Batukaras.

Selanjutnya sekitar pukul 09.20 WIB, jasad dibawa ke RSUD Pandega, guna keperluan autopsi.

“Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup, seluruh unsur SAR kembali ke satuannya masing masing,” kata Ade Dian dalam keterangan resminya yang dikutip media ini Senin 5 Januari 2026.

Pencarian penerjun payung Widiasih melibatkan unsur Basarnas, TNI AL Pangandaran, Brimob Batalyon D Tasikmalaya, Ditpolairud Polda Jabar, Satpolairud Pangandaran, Bandara Nusawiru Cijulang, Puskemas Parigi, Tagana Pangandaran, Sigab Persis, Duck Dive Batukaras, SAR Bojes, SAR Batukaras, Senkom, RAPI, Orari, Barkuda dan nelayan setempat.

Berdasarkan pernyataan resmi, lima penerjun asal Kabupaten Bandung bertolak dari Bandara Nusawiru Pangandaran menggunakan Pesawat Cessna 185 Genesa Dirgantara, untuk melakukan penerjunan 4-Way Formation Skydiving dari ketinggian 9000 feet.

Kelima atlet KONI Kabupaten Bandung yang mengikuti Kejuaraan Daerah Terjun  Payung Tingkat Jawa Barat tersebut antara lain Rusli, Widiasih, Kudlori, Karni dan Mustafa.

Awalnya, tim melakukan formasi terjun dengan cukup baik. Namun saat pendaratan, dari 5 penerjun, hanya 3 berhasil mendarat di pesisir pantai. Mereka adalah Mustofa (Cameramen), Kudlori dan Karni.

Sementara dua atlet lainnya yakni, Purn Korpasgat Rusli dan Widiasih tidak berhasil mendarat.

“Tim SAR Laut temukan kedua penerjun yang gagal ini, sudah dalam kondisi meninggal dunia di tengah Laut Batukaras, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran,” ujarnya. (yopy)