Home - Nusantara - Fokus di Dua Jalur Utama, Polda Sulsel Kerahkan Tim Besar Bantu Pencarian Penumpang Pesawat ATR

Fokus di Dua Jalur Utama, Polda Sulsel Kerahkan Tim Besar Bantu Pencarian Penumpang Pesawat ATR

Pesawat ATR Indonesia Air Transport rute Yogyakarta–Makassar hilang kontak di Maros–Pangkep. Polda Sulsel kerahkan Brimob, TNI, dan Basarnas untuk pencarian intensif.

Minggu, 18 Januari 2026 - 16:06 WIB
Fokus di Dua Jalur Utama,  Polda Sulsel Kerahkan Tim Besar Bantu Pencarian Penumpang  Pesawat ATR
Personel Polda Sulsel menunjukan serpihan pesawat ATR yang jatuh di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Foto Humas Polri for Hallonews.Com

HALLONEWS.COM – Upaya pencarian pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT) yang hilang kontak di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep terus dimaksimalkan oleh Polda Sulawesi Selatan.

Pesawat rute Yogyakarta–Makassar tersebut dilaporkan kehilangan komunikasi pada Sabtu (17/1/2026) sekitar pukul 13.17 WITA.

Informasi awal diterima dari General Manager AirNav Makassar yang menyebutkan pesawat dengan nomor registrasi PK-THT diduga berada di kawasan pegunungan perbatasan Maros – Pangkep saat terakhir terpantau radar.

Menindaklanjuti laporan itu, Polda Sulsel langsung bergerak cepat dengan mengerahkan personel gabungan dari Polres Maros, Polres Pangkep, Brimob Polda Sulsel, Dit Samapta, Basarnas, BPBD, TNI AU (Paskhas), serta unsur potensi SAR lainnya.

basarnas
Personel Polda Sulsel menunjukan serpihan pesawat ATR yang jatuh di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Foto Humas Polri for Hallonews.Com

Selain itu, satuan Brimob dan Samapta Polda Sulsel diturunkan sebagai tim SAR tambahan untuk memperkuat pencarian di medan berat dan kawasan hutan pegunungan.

Berdasarkan data terbaru dari pihak maskapai, pesawat tersebut mengangkut 10 orang, terdiri dari 7 kru dan 3 penumpang. Perubahan jumlah kru diketahui terjadi setelah adanya pergantian personel sebelum keberangkatan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Hingga Sabtu malam, tim gabungan belum berhasil menemukan keberadaan pesawat. Proses pencarian mengalami kendala serius akibat kabut tebal, hujan ringan, serta kontur medan yang curam dan sulit diakses.

basarna1
Personel Polda Sulsel menunjukan serpihan pesawat ATR yang jatuh di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep. Foto Humas Polri for Hallonews.Com

Demi keselamatan personel, operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Minggu (18/1/2026) pagi.

Untuk memperkuat koordinasi, posko induk gabungan TNI- Polri dan Basarnas dipindahkan ke Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, sementara posko pendukung didirikan di Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Fokus pencarian diarahkan ke dua jalur utama tersebut.

Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro menegaskan bahwa pihaknya sejak awal telah melakukan koordinasi intensif lintas instansi guna memastikan operasi pencarian berjalan maksimal dan terpadu.

“Kami mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang ada, termasuk pembentukan posko dan penguatan personel, untuk mendukung operasi SAR,” ujar Kapolda dalam keterangannya di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Sebagai langkah antisipasi, RS Bhayangkara Makassar telah ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan untuk keperluan pemeriksaan antemortem, dengan dukungan penuh dari tim DVI Mabes Polri yang telah disiagakan.

Polda Sulsel menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan memperhatikan dinamika cuaca serta kondisi medan di lokasi operasi. (min)