Home - Nusantara - Fernando Martín Carreras: Dari Lapangan Hijau Spanyol hingga Tragedi di Laut Labuan Bajo

Fernando Martín Carreras: Dari Lapangan Hijau Spanyol hingga Tragedi di Laut Labuan Bajo

Fernando Martín Carreras, pelatih tim wanita Valencia CF B, dinyatakan hilang dalam kecelakaan kapal di Labuan Bajo, Indonesia. Sosok penuh dedikasi ini dikenal sebagai pelatih berjiwa pendidik dan keluarga yang hangat.

Senin, 29 Desember 2025 - 7:00 WIB
Fernando Martín Carreras: Dari Lapangan Hijau Spanyol hingga Tragedi di Laut Labuan Bajo
Pelatih Valencia CF Femenino B, Fernando Martín Carreras, dikenal sebagai sosok rendah hati dan berdedikasi tinggi dalam membina pemain muda. Foto: Valencia CF for Hallonews

HALLONEWS.COM — Dunia sepak bola Spanyol berduka. Fernando Martín Carreras, pelatih tim wanita Valencia CF Femenino B, dinyatakan hilang bersama tiga anaknya dalam kecelakaan kapal wisata di Perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, pada Jumat malam, 26 Desember 2025.

Kabar ini menyisakan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga dan rekan-rekannya, tetapi juga bagi seluruh komunitas sepak bola Spanyol yang mengenalnya sebagai sosok rendah hati, penuh dedikasi, dan berjiwa pendidik sejati.

Lahir di Valencia, Spanyol, pada 27 Agustus 1981, Fernando Martín tumbuh di tengah kultur sepak bola yang kuat. Sejak muda, ia dikenal disiplin, tekun, dan memiliki jiwa kepemimpinan alami. Sebagai bek tengah (central defender), ia meniti karier di sejumlah klub kasta menengah Spanyol seperti Benidorm CF, Cultural Leonesa, CD Alcoyano, FC Cartagena, Ontinyent CF, La Nucía, dan Paterna CF.

Meski tak pernah mencicipi atmosfer La Liga sebagai pemain, Fernando dikenal memiliki etos kerja tinggi dan kecintaan mendalam terhadap permainan. Nilai-nilai itu pula yang membentuknya menjadi pelatih sabar dan inspiratif bagi generasi muda pesepak bola Spanyol.

Dedikasi di Valencia CF Femenino

Usai pensiun, Fernando melanjutkan kiprahnya di dunia sepak bola dengan bergabung ke akademi Valencia CF. Pada 2025, ia dipercaya menukangi Valencia CF Femenino B, tim cadangan dari skuad utama wanita. Di bawah kepemimpinannya, tim ini dikenal solid, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Rekan-rekan di Valencia mengenangnya bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai mentor dan figur ayah bagi para pemain muda.

“Ia lebih dari sekadar pelatih; ia adalah panutan dan sosok penyayang yang membimbing dengan hati,” ujar salah satu staf teknis Valencia CF dalam pernyataan klub yang dirilis 28 Desember 2025.

Tragedi di Pulau Padar

Kebahagiaan keluarga kecil itu berubah menjadi duka ketika kapal wisata KM Putri Sakinah yang mereka tumpangi dilaporkan tenggelam di sekitar Pulau Padar, kawasan Taman Nasional Komodo, akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Dalam insiden memilukan itu, Fernando Martín dan tiga anaknya berusia 9, 10, dan 12 tahun dinyatakan hilang dan hingga kini belum ditemukan. Istrinya, Andrea Ortuño, serta satu putri mereka berhasil diselamatkan bersama beberapa penumpang lain.

Tragedi ini mengguncang publik Spanyol. Klub-klub besar seperti Real Madrid CF, La Liga, dan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menyampaikan belasungkawa mendalam. Mereka menyebut kepergian Fernando sebagai kehilangan besar bagi sepak bola wanita Spanyol.

Sosok Keluarga yang Hangat

Lebih dari sekadar pelatih, Fernando dikenal sebagai sosok keluarga yang lembut dan penyayang. Ia kerap terlihat menemani anak-anaknya di pusat latihan Valencia atau menonton pertandingan lokal dengan penuh semangat.

Di mata banyak orang, ia adalah simbol dedikasi dan cinta terhadap keluarga serta sepak bola. Meski perjalanan hidupnya terhenti tragis di usia 44 tahun, warisan moral dan semangatnya dalam membina generasi muda akan terus hidup di hati mereka yang pernah mengenalnya. (ren)