Era Xabi Alonso di Real Madrid Resmi Berakhir, Arbeloa Ditunjuk Sebagai Pengganti
Real Madrid resmi mengganti Xabi Alonso dengan Álvaro Arbeloa. Bukan sekadar pergantian pelatih, keputusan ini menandai perubahan arah dan dinamika ruang ganti Los Blancos.

HALLONEWS.COM – Real Madrid mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso pasca tim ibu kota tersebut kalah 3 – 2 dari Barcelona dalam final Supercopa.
“Real Madrid mengumumkan bahwa, berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa jabatannya sebagai pelatih tim utama,” demikian klub tersebut seperti dikutip ESPN, Senin (12/1/2026).
“Xabi Alonso akan selalu memiliki kasih sayang dan kekaguman dari semua penggemar Madrid, karena dia adalah legenda Real Madrid dan selalu mewakili nilai-nilai klub kami. Real Madrid akan selalu menjadi rumahnya.
Klub kami mengucapkan terima kasih kepada Xabi Alonso dan seluruh staf pelatihnya atas kerja keras dan dedikasi mereka selama ini, dan mendoakan yang terbaik untuk mereka di babak baru kehidupan mereka,” tutup pernyataan Madrid.
Keputusan pemecatan Alonso ini bukan sekadar pergantian pelatih biasa, karena langkah ini menandai perubahan besar di ruang ganti Santiago Bernabéu setelah delapan bulan penuh gejolak yang diwarnai performa tak stabil dan retaknya hubungan internal tim.
Meski sempat menunjukkan kebangkitan usai Natal dengan lima kemenangan beruntun, kekalahan dari Barcelona di final Piala Super Spanyol menjadi titik akhir perjalanan Alonso. Manajemen Madrid menilai dinamika tim membutuhkan figur baru yang lebih dekat dengan kultur internal klub.
Pilihan pun jatuh kepada Álvaro Arbeloa, sosok yang dikenal memahami DNA Madrid dari dalam. Mantan bek kanan Los Blancos itu dipromosikan dari kursi pelatih Real Madrid Castilla, menandai kepercayaan penuh klub terhadap jalur regenerasi internal.
Berbeda dengan Alonso yang datang membawa ekspektasi besar dari keberhasilannya bersama Bayer Leverkusen, Arbeloa dinilai sebagai figur pemersatu. Ia dikenal memiliki kedekatan emosional dengan pemain muda akademi dan pemahaman kuat soal tekanan bermain di Madrid.
Pergantian ini juga tidak lepas dari menurunnya dukungan pemain senior terhadap Alonso. Ketegangan dengan beberapa bintang, termasuk Vinicius Junior, disebut turut memengaruhi stabilitas ruang ganti. Madrid yang kini tertinggal empat poin dari Barcelona di klasemen LaLiga tak ingin kehilangan momentum lebih jauh.
Sebagai mantan pemain yang ikut mempersembahkan delapan trofi untuk Madrid dan bagian dari generasi emas timnas Spanyol, Arbeloa diharapkan mampu mengembalikan disiplin, identitas, dan stabilitas tim di tengah musim yang krusial.
Arbeloa yang kini berusia 42 tahun ini memulai kariernya sebagai pemain di Madrid sebelum kemudian bermain di Liverpool, di mana ia bermain bersama Xabi Alonso.
Pasca perpetualang bersama klub Inggris tersebut, Arbeloa memutuskan kembali ke Madrid pada tahun 2009 dan menghabiskan tujuh musim di klub tersebut sebelum kemudian ditunjuk sebagai pelatih di akademi pada tahun 2020.
Selain sukses bersama Madrid dan Liverpool, Arbeloa juga membantu Spanyol memenangkan Piala Dunia 2010 serta Kejuaraan Eropa 2008 dan 2012.
Pesan Mbappe untuk Alonso
Pasca pemecatan Alonso, Mbappé jadi pemain pertama yang mengucapkan selamat tinggal kepada Alonso.
Dalam sebuah unggahan Instagram Story yang disertai foto dirinya dan sang pelatih, Mbappé memuji dan berterima kasih kepada Alonso saling memberi hormat.
“Meskipun singkat, sungguh menyenangkan bisa bermain dan belajar bersama Anda,” tulis bintang Prancis itu di Instagram.
“Terima kasih telah memberi saya kepercayaan diri sejak hari pertama. Saya akan mengingat Anda sebagai manajer yang memiliki ide-ide yang jelas dan mengetahui banyak hal tentang sepak bola. Semoga sukses,” kata bintang Prancis tersebut.
Kepergian Alonso memang meninggalkan catatan tersendiri. Ia datang dengan reputasi besar dan kontrak panjang hingga 2028, namun tekanan hasil instan di Madrid kembali membuktikan bahwa nama besar tak selalu menjamin umur panjang di kursi pelatih. (wib)
