Elon Musk Punya Kekayaan Rp12 Ribu Triliun, Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama Dunia
Elon Musk semakin dekat untuk menjadi triliuner pertama di dunia setelah Mahkamah Agung Delaware memulihkan kembali opsi saham Tesla miliknya senilai $139 miliar, yang sempat dibatalkan tahun lalu. Putusan itu membuat kekayaan bersih Musk menembus angka yang belum pernah dicapai manusia mana pun dalam sejarah modern.

HALLONEWS.COM — Elon Musk menandai tonggak baru dalam sejarah kekayaan global. Pengusaha eksentrik yang memimpin Tesla, SpaceX, dan X (Twitter) itu kini memiliki kekayaan bersih lebih dari $749 miliar (sekitar Rp12.000 triliun), setelah pengadilan Delaware mengembalikan paket saham Tesla 2018 yang sebelumnya dibatalkan.
Menurut indeks miliarder Forbes, Musk kini lebih kaya sekitar $500 miliar dibandingkan orang terkaya kedua di dunia, pendiri Google Larry Page. Ia juga menjadi orang pertama yang melampaui kekayaan bersih $700 miliar, sebuah rekor baru dalam sejarah kapitalisme modern.
Kenaikan kekayaan Musk berawal dari putusan Mahkamah Agung Delaware pada Jumat (19/12/2025), yang menyatakan bahwa pembatalan paket kompensasi tahun 2018 oleh pengadilan tingkat rendah pada 2024 tidak sah dan tidak adil.
Hakim Kathaleen McCormick sebelumnya menilai paket saham senilai $56 miliar saat itu “tidak masuk akal” karena dewan direksi Tesla dianggap memiliki konflik kepentingan dan menyembunyikan informasi penting dari para pemegang saham.
Namun dalam putusan terbarunya, Mahkamah Agung menilai bahwa keputusan tersebut “tidak memberikan kompensasi yang pantas bagi Musk atas waktu dan upayanya selama enam tahun terakhir.”
Musk sendiri belum memberikan pernyataan resmi, namun melalui akun X miliknya ia menulis singkat, “Saya telah dibuktikan tidak bersalah.”
Menuju Status Triliuner: Paket Baru Bernilai $1 Triliun
Jika semua opsi saham dari paket tahun 2018 digunakan, kepemilikan Musk di Tesla akan meningkat dari 12,4% menjadi 18,1%. Paket itu saja sudah menjadikannya manusia terkaya dalam sejarah.
Namun Tesla kini menyiapkan paket kompensasi baru senilai hingga $1 triliun (£747 miliar), yang disetujui oleh 75% pemegang saham pada November lalu. Paket tersebut tak memberikan gaji tetap kepada Musk, melainkan bonus berbasis pencapaian ekstrem dalam satu dekade ke depan.
Untuk mendapatkan seluruh bonus itu, Musk harus mencapai lima tonggak monumental, di antaranya:
– Mengirimkan 20 juta kendaraan Tesla dan satu juta robot;
– Menarik 10 juta pelanggan fitur autopilot;
– Mengoperasikan 1 juta Robotaxi tanpa pengemudi;
– Mencapai keuntungan inti $400 miliar;
– Meningkatkan kapitalisasi pasar Tesla menjadi $8,5 triliun.
Jika semua target terpenuhi, Musk akan menerima lebih dari 400 juta saham tambahan Tesla, jumlah yang cukup untuk menjadikannya triliuner pertama di dunia.
Tesla dan Masa Depan Kekayaan Global
Saat ini, kapitalisasi pasar Tesla mencapai sekitar $1,51 triliun, naik tajam sejak keputusan pengadilan diumumkan.
Investor memandang putusan Delaware sebagai legitimasi atas kepemimpinan Musk, meskipun sebagian analis menilai struktur kompensasi sebesar itu dapat menimbulkan ketimpangan ekstrem di dunia korporasi modern.
Ekonom menyebut fenomena ini sebagai “era superkapitalis baru”, di mana kekayaan pribadi satu individu bisa melebihi produk domestik bruto banyak negara.
“Musk bukan hanya pengusaha, tetapi simbol bagaimana teknologi, saham, dan pengaruh publik dapat menciptakan kekuatan ekonomi yang hampir tanpa batas,” tulis Forbes dalam laporannya. (ren)
