Dorong UMKM Go Global, Ditjen PEN Kemendag Siapkan Pelatihan Ekspor
Ditjen PEN Kemendag siap dorong UMKM menembus pasar global melalui pelatihan dan pendampingan.

HALLONEWS.COM – Dalam upaya mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia menembus pasar global terus diperkuat Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan RI akan meningkatkan kesiapan UMKM untuk masuk ke pasar ekspor.
Dalam upaya tersebut Ditjen PEN bersinergi dengan WanitaIndonesia.co untuk membahas langkah sinergi strategis dalam upaya mendorong UMKM masuk pasar ekspor.
Sinergi tersebut dibahas dalam kunjungan media WanitaIndonesia.co ke Kantor Kementerian Perdagangan RI akhir tahun 2025 lalu.
Kunjungan ini diterima langsung oleh Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, serta Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer, Dr. Miftah Farid.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat berkolaborasi jangka menengah dan panjang yang berfokus pada penguatan kapasitas UMKM, khususnya melalui program edukasi dan pelatihan ekspor.
Wanita Indonesia secara resmi mengundang Ditjen PEN Kemendag untuk jadi narasumber utama dalam kegiatan pelatihan UMKM bertema “UMKM Lebih Expert dan Siap Ekspor ke Pasar Global.”
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Fajarini Puntodewi, menegaskan bahwa kesiapan UMKM untuk ekspor tak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga pada pemahaman menyeluruh terhadap regulasi dan standar internasional.
“UMKM tak hanya harus mampu memproduksi barang yang berkualitas, tetapi juga memahami regulasi ekspor, standar produk, serta ketentuan yang berlaku di negara tujuan. Dengan begitu, ekspor dapat dilakukan secara berkelanjutan,” ujar Fajarini.
Ia juga memberikan masukan strategis kepada terkait proses penjaringan peserta pelatihan agar program benar-benar tepat sasaran.
“Peserta pelatihan sebaiknya UMKM yang sudah siap, baik dari sisi ketersediaan produk maupun kejelasan target negara tujuan. Kesiapan ini akan meningkatkan peluang keberhasilan ekspor dan keberlanjutan usaha,” tambahnya.
Sementara itu, Dr. Miftah Farid menekankan pentingnya peran media dalam mendukung program pemerintah, khususnya dalam menjangkau UMKM potensial di berbagai daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan media dapat mempercepat proses identifikasi, pembinaan, serta pendampingan UMKM yang memiliki potensi ekspor namun belum terfasilitasi secara optimal.
Dalam pertemuan tersebut, disepakati pula adanya sinergi berkelanjutan antara Wanita Indonesia dan Ditjen PEN Kemendag dalam menjaring, membina, dan mendampingi pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar internasional.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan UMKM Indonesia tidak hanya naik kelas di pasar domestik, tetapi juga mampu menjadi pemain aktif dalam rantai perdagangan global, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan ekspor nasional. (boi)
