Home - Ekonomi & Bisnis - DOID Amankan Kontrak Tambang AUD740 Juta Hingga 2030

DOID Amankan Kontrak Tambang AUD740 Juta Hingga 2030

DOID mengamankan kontrak senilai AUD740 juta hingga 2030 di Tambang Blackwater Australia. Kontrak ini jadi katalis fundamental memperkuat pendapatan perseroan.

Selasa, 23 Desember 2025 - 8:30 WIB
DOID Amankan Kontrak Tambang AUD740 Juta Hingga 2030
Ilustrasi alat berst milik PT BUMA (dok BUMA)

HALLONEWS.COM – Pada 21 Desember 2025, anak perusahaan BUMA Australia Pty Ltd., yang dimiliki sepenuhnya oleh Perseroan melalui PT Bukit Makmur Mandiri Utama, menandatangani kontrak jangka panjang dengan Blackwater Operations Pty Ltd., anak usaha dari Whitehaven Coal Mining Limited.

MoU itu dilakukan untuk menjalankan operasional di Tambang Blackwater, yang merupakan salah satu tambang batubara metalurgi opencut terbesar di Australia.

Kontrak diperpanjang hingga Juni 2030 dengan nilai sekitar AUD740 juta. Kesepakatan ini menunjukkan kepercayaan Whitehaven terhadap kemampuan teknis dan keunggulan operasional, serta rekam jejak BUMA Australia sebagai mitra pertambangan jangka panjang.

Kontrak ini juga menegaskan komitmen BUMA untuk memberikan kinerja operasional berkelas dunia yang berkelanjutan di sektor pertambangan internasional.

PT BUMA Internasional Grup Tbk, yang sebelumnya dikenal sebagai PT Delta Dunia Makmur Tbk, adalah perusahaan global yang beroperasi dalam pertambangan dan jasa pertambangan yang beroperasi di Indonesia, Australia, dan Amerika Serikat.

Inti bisnis Grup dijalankan oleh anak usaha utamanya, PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), yang melalui BUMA Australia Pty Ltd. menyediakan jasa pertambangan bagi sejumlah perusahaan tambang terbesar di Indonesia dan Australia.

Grup mengakuisisi Atlantic Carbon Group, Inc. (ACG), yang menjadi produsen antrasit berkualitas tinggi di Amerika Serikat, pada Juni 2024 melalui PT Bukit Makmur Internasional.

Selain itu, PT Bukit Teknologi Digital (BTech), yang berfokus pada AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi emisi, dan PT BISA Ruang Nuswantara (BIRU), yang berfokus pada ekonomi dan pendidikan sirkular, membantu Grup mengembangkan portofolio teknologi dan sosial.

DOID memiliki lebih dari 16.000 karyawan di seluruh dunia, dan pada 2024 akan masuk dalam FORTUNE Southeast Asia 500. Itu juga terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Manajemen melihat kontrak ini sebagai pencapaian strategis karena akan meningkatkan visibilitas pendapatan jangka panjang dan memperkuat portofolio proyek DOID di seluruh dunia, terutama di sektor batubara metalurgi, yang memainkan peran penting dalam rantai pasokan industri baja di seluruh dunia.

Saham DOID saat ini diperdagangkan di harga Rp298. Dalam jangka pendek, saham mencatat kenaikan 0,68% dalam satu minggu, namun masih mengalami tekanan dengan penurunan 8,59% dalam satu bulan dan 13,37% dalam tiga bulan terakhir.

Secara tahunan, kinerja saham masih terkoreksi 46,31%, sementara dalam periode tiga dan lima tahun masing-masing tercatat turun 5,10% dan 30,05%, mencerminkan tekanan siklus komoditas dan sentimen sektor pertambangan global.

Analisis Yes Invest, perpanjangan kontrak senilai AUD740 juta hingga 2030 merupakan katalis fundamental bagi DOID.

Secara kasar, kontrak ini berkontribusi sekitar Rp1,5 triliun per tahun terhadap pendapatan Perseroan selama lima tahun ke depan. Jika dibandingkan dengan pendapatan DOID kuartal III 2025 yang berada di kisaran Rp6,5 triliun, kontrak ini berarti mengamankan sekitar 23% pendapatan tahunan Perseroan. (Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)