Home - Olahraga - Derby Manchester di Old Trafford : Semenyo Jadi Senjata Baru Guardiola, Keberanian Carrick Diuji

Derby Manchester di Old Trafford : Semenyo Jadi Senjata Baru Guardiola, Keberanian Carrick Diuji

Derby Manchester memanas! Antoine Semenyo jadi senjata baru Manchester City, sementara Michael Carrick diuji antara menyerang atau bertahan di Old Trafford.

Jumat, 16 Januari 2026 - 9:00 WIB
Derby Manchester di Old Trafford : Semenyo Jadi Senjata Baru Guardiola, Keberanian Carrick Diuji
Antoine Semenyo jadi amunisi baru City jelang derby Manchester (IG Manchester City)

HALLONEWS.COM – Derby Manchester akhir pekan ini bukan sekadar duel gengsi dua rival sekota, tetapi juga panggung pembuktian ide-ide baru.

Di satu sisi, Manchester City datang dengan senjata segar bernama Antoine Semenyo dan menjaga asa dalam perburuan gelar. Namun di sisi lain, Manchester United asuhan Michael Carrick juga dihadapkan pada dilema klasik: bermain aman atau berani menekan.

Antoine Semenyo memang baru sepekan resmi berseragam City usai didatangkan dari Bournemouth dengan nilai transfer £64 juta. Namun, dampaknya langsung terasa.

Kemenangan City atas Newcastle, menunjukkan Semenyo memberi dimensi yang selama ini jarang dimiliki tim Pep Guardiola: agresivitas langsung dan insting menyerang tanpa kompromi.

City selama ini dikenal dengan kontrol permainan, sirkulasi bola presisi, dan struktur yang rapi. Namun, kehadiran Semenyo membuat pola serangan mereka terlihat berbeda. Ia tidak sekadar menunggu celah tercipta, tetapi aktif mencarinya.

Pergerakannya dinamis — bisa melebar di kiri, menusuk dari kanan, atau beroperasi di sekitar Erling Haaland untuk mengeksploitasi ruang yang ditinggalkan bek lawan.

Obsesi lawan untuk mematikan Haaland justru menjadi keuntungan bagi Semenyo. Bek-bek yang terpaku pada mesin gol Norwegia itu sering kali membuka ruang kosong, dan Semenyo cukup cerdas serta berani untuk memanfaatkannya.

Catatan tiga gol dalam tiga pertemuan terakhir melawan Manchester United menambah kepercayaan diri pemain asal Ghana tersebut jelang derby.

Menariknya, Manchester United bukan tanpa amunisi. Michael Carrick akan menghadapi Guardiola untuk kali pertama sebagai manajer, setelah dirinya ditunjuk sebagai pengganti Amorim.

Carrick memahami betul betapa rumitnya melawan tim racikan pelatih asal Spanyol itu. Pengalaman pahit Carrick saat menjadi pemain — termasuk dua kekalahan final Liga Champions dari Barcelona asuhan Guardiola — menjadi pengingat bahwa bermain terlalu pasif bisa berakibat fatal.

Namun, City saat ini bukan Barcelona 2009 atau 2011. Guardiola telah beradaptasi, begitu pula United. Musim ini, Setan Merah menunjukkan peningkatan signifikan dalam aspek menyerang.

Hanya City dan Arsenal yang mencetak lebih banyak gol, sementara United berada di puncak untuk jumlah tembakan dan tembakan tepat sasaran. Data ini menunjukkan bahwa Carrick memiliki alasan kuat untuk tidak sekadar bertahan.

Kembalinya Bryan Mbeumo dan Amad Diallo dari AFCON memberikan dorongan besar bagi lini depan United. Amad khususnya memiliki memori manis di Etihad musim lalu, ketika gol telatnya menjadi penentu kemenangan.

Dukungan terhadap Benjamin Sesko yang tengah panas — tiga gol dalam dua laga terakhir — membuat United pantas percaya diri bisa membuat City menderita.

Ada pula celah di lini belakang City yang patut diuji. Absennya beberapa pemain inti memaksa Guardiola mengandalkan duet muda Abdukodir Khusanov dan Max Alleyne. Meski tampil solid melawan Newcastle, keduanya masih minim pengalaman di Premier League.

Derby di Old Trafford jelas ujian yang jauh lebih brutal. Derby Manchester kali ini berpotensi ditentukan oleh keberanian. Jika Carrick memilih menyerang, laga bisa berubah menjadi duel terbuka yang penuh peluang. Jika terlalu berhati-hati, City — dengan Semenyo sebagai variabel baru — bisa menghukum dengan kejam.

Satu hal yang pasti, derby ini menjanjikan lebih dari sekadar drama emosional: ini adalah pertarungan ide, keberanian, dan momentum.(wib)