Home - Gaya Hidup - David Walliams Dipecat Penerbitnya, Diduga Lecehkan Karyawan Perempuan

David Walliams Dipecat Penerbitnya, Diduga Lecehkan Karyawan Perempuan

Karier penulis dan komedian Inggris David Walliams kembali diguncang setelah penerbit raksasa HarperCollins memutuskan menghentikan penerbitan karya barunya menyusul tuduhan perilaku tidak pantas terhadap karyawan perempuan.

Sabtu, 20 Desember 2025 - 7:30 WIB
David Walliams Dipecat Penerbitnya, Diduga Lecehkan Karyawan Perempuan
Penulis dan komedian Inggris David Walliams menghadiri sebuah acara publik sebelum HarperCollins menghentikan penerbitan karya barunya akibat dugaan perilaku tidak pantas. Foto: Daily Mail for Hallonews

HALLONEWS.COM – Penerbit internasional HarperCollins dikabarkan telah memutus hubungan kerja dengan David Walliams setelah muncul tuduhan perilaku tidak pantas terhadap karyawan perempuan di lingkungan perusahaan tersebut.

Walliams (54) dilaporkan dituduh melecehkan staf perempuan junior. Menurut laporan media Inggris The Telegraph, salah satu karyawan yang menyampaikan keberatan atas perilaku tersebut menerima kompensasi senilai puluhan ribu poundsterling dan kemudian meninggalkan perusahaan.

Kasus ini disebut menjadi bagian dari penyelidikan internal HarperCollins yang dilakukan tahun lalu. Sejumlah staf junior dilaporkan dimintai keterangan, sementara beberapa karyawan lainnya disarankan tidak bertemu Walliams sendirian dan diminta bekerja berpasangan ketika berinteraksi dengannya.

Meski penyelidikan melibatkan tim hukum internal, Walliams dikabarkan tidak pernah diberi tahu secara resmi mengenai proses maupun hasil pemeriksaan tersebut pada saat itu.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara HarperCollins menyatakan bahwa di bawah kepemimpinan CEO baru, perusahaan memutuskan untuk tidak lagi menerbitkan judul baru karya David Walliams.

“Setelah pertimbangan matang, HarperCollins UK memutuskan untuk tidak menerbitkan karya baru David Walliams. Penulis telah diberi tahu mengenai keputusan ini,” demikian pernyataan resmi penerbit tersebut seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (20/12/2025).

HarperCollins menegaskan bahwa perusahaan memiliki mekanisme baku untuk menangani laporan internal dan mengutamakan kesejahteraan karyawan, namun menolak memberikan komentar lebih jauh demi menjaga privasi pihak-pihak terkait.

Keputusan ini muncul tak lama setelah mundurnya CEO HarperCollins sebelumnya, Charlie Redmayne, pada Oktober lalu.

Walliams dikenal luas sebagai penulis buku anak-anak laris, dengan lebih dari 40 judul yang diterjemahkan ke dalam 55 bahasa dan terjual lebih dari 60 juta kopi di seluruh dunia. Buku-bukunya bahkan disebut menyumbang lebih dari 40 persen pendapatan divisi anak-anak HarperCollins.

Namun, reputasi publik Walliams telah merosot dalam beberapa tahun terakhir. Ia sebelumnya menuai kecaman setelah bocornya transkrip pernyataan seksis yang dilontarkannya saat menjadi juri Britain’s Got Talent pada 2020. Walliams kala itu telah menyampaikan permintaan maaf dan mengakui komentarnya tidak pantas.

Sejak kontroversi tersebut, Walliams jarang kembali tampil di program prime time. Hubungannya dengan sejumlah tokoh industri hiburan, termasuk Simon Cowell, juga dikabarkan merenggang.

Terbaru, Walliams kembali menuai kritik setelah diduga melakukan gestur ofensif saat rekaman acara komedi BBC Would I Lie To You? pada edisi Natal tahun ini, meski pihak terkait belum memberikan pernyataan resmi.

Hingga kini, David Walliams belum memberikan tanggapan publik terkait keputusan HarperCollins maupun tuduhan terbaru yang mencuat. (ren)