Dari Era Kemerdekaan hingga Presisi: Inil Sejarah Panjang Polri dan Deretan Kapolri yang Mengubah Wajah Indonesia
Mengulas sejarah Polri sejak 1945 hingga kini, lengkap dengan daftar Kapolri dari masa ke masa dan peran penting mereka dalam membentuk institusi kepolisian Indonesia.

HALLONEWS.COM – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memiliki perjalanan sejarah panjang yang tak terpisahkan dari dinamika bangsa. Sejak dibentuk pada awal kemerdekaan, Polri terus mengalami perubahan struktur, peran, hingga kepemimpinan seiring perkembangan politik dan sistem ketatanegaraan Indonesia.
Cikal bakal Polri dimulai pada Agustus 1945, saat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) membentuk Badan Kepolisian Negara (BKN).
Tonggak sejarah penting terjadi pada 29 September 1945, ketika Presiden Soekarno melantik Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo sebagai Kepala Kepolisian Negara pertama.
Pada awalnya, kepolisian berada di bawah Kementerian Dalam Negeri untuk urusan administrasi, sementara urusan operasional berada di bawah Jaksa Agung.
Namun, struktur tersebut terus berubah. Sejak 1 Juli 1946, kepolisian berada langsung di bawah Perdana Menteri berdasarkan Penetapan Pemerintah No. 11/S.D.
Perubahan kembali terjadi pada masa Republik Indonesia Serikat (RIS).
Saat itu, kepolisian bertanggung jawab kepada Perdana Menteri melalui Jaksa Agung untuk urusan politik dan operasional, serta kepada Menteri Dalam Negeri untuk administrasi.
Setelah RIS dibubarkan, Raden Said Soekanto kembali dipercaya memimpin kepolisian nasional.
Memasuki tahun 1961, kepolisian menjadi bagian dari Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI).
Jabatan pimpinan pun mengalami sejumlah perubahan nomenklatur, mulai dari Menteri/Kepala Kepolisian hingga Menteri/Panglima Angkatan Kepolisian.
Pascareorganisasi ABRI tahun 1970, jabatan Kapolri berada di bawah Panglima ABRI sebagai Kepala Staf Angkatan Kepolisian.
Era baru Polri dimulai pada 1 April 1999. Polri resmi dipisahkan dari ABRI dan berdiri sebagai institusi sipil yang mandiri.
Sejak saat itu, Kapolri dipilih oleh Presiden Republik Indonesia dengan persetujuan DPR dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Dalam UU tersebut ditegaskan bahwa Kapolri memiliki kewenangan strategis, mulai dari menetapkan kebijakan teknis kepolisian, memimpin operasional Polri, hingga membina sumber daya manusia kepolisian.
Calon Kapolri harus berpangkat perwira tinggi aktif dan memiliki rekam jejak, prestasi, serta integritas yang mumpuni.
Sepak Terjang Beberapa Kapolri
Sejak 1945 hingga saat ini, Polri telah dipimpin oleh sejumlah tokoh dengan karakter dan tantangan zamannya masing-masing. Beberapa nama menonjol karena pengaruh dan integritasnya.
Pada era awal kemerdekaan hingga Orde Lama, Raden Said Soekanto dikenal sebagai peletak fondasi Polri modern. Sosok lain yang hingga kini dikenang publik adalah Hoegeng Imam Santoso, Kapolri periode 1968–1971, yang dikenal luas karena ketegasan dan kejujurannya dalam menegakkan hukum tanpa pandang bulu.
Memasuki era reformasi, Polri menghadapi tuntutan besar untuk berubah menjadi institusi yang profesional dan transparan.
Sejumlah Kapolri berperan penting dalam proses tersebut, termasuk Da’i Bachtiar yang mendorong profesionalisme Polri pasca-reformasi, serta Tito Karnavian yang dikenal dengan pendekatan ilmiah dalam penanganan terorisme dan konflik sosial.
Saat ini, tongkat kepemimpinan Polri dipegang oleh Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Sejak dilantik pada Januari 2021, ia menggulirkan program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) sebagai arah transformasi Polri menuju institusi modern berbasis teknologi dan pelayanan publik.
Perjalanan panjang Polri mencerminkan proses adaptasi institusi penegak hukum terhadap perubahan zaman.
Dari organisasi yang sempat berada dalam struktur militer, kini Polri diarahkan menjadi aparat sipil profesional yang dekat dengan masyarakat dan menjunjung tinggi supremasi hukum. (min)
Daftar Lengkap Kapolri Indonesia (1945–Sekarang)
Era Awal Kemerdekaan dan Orde Lama
Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo
– Kapolri pertama: 29 Sep 1945 – 14 Des 1959
– Memperkuat struktur polisi nasional setelah proklamasi kemerdekaan.
Soekarno Djojonegoro
– 14 Des 1959 – 30 Des 1963
– Memimpin polisi di masa awal konflik politik internal.
Soetjipto Danoekoesoemo
– 30 Des 1963 – 8 Mei 1965
Soetjipto Joedodihardjo
– 9 Mei 1965 – 15 Mei 1968
Hoegeng Imam Santoso
– 15 Mei 1968 – 2 Okt 1971
– Dikenal sebagai Kapolri yg bersih dan pro-reformasi pada masanya.
Era Orde Baru
Mohamad Hasan
– 3 Okt 1971 – 24 Jun 1974
Widodo Budidarmo
– 26 Jun 1974 – 25 Sep 1978
– Kapolri ketujuh, juga Wakil Presiden Interpol tahun 1976.
Awaluddin Djamin
– 26 Sep 1978 – 3 Des 1982
Anton Soedjarwo
– 4 Des 1982 – 6 Jun 1986
Mochammad Sanoesi
– 7 Jun 1986 – 19 Feb 1991
Kunarto
– 20 Feb 1991 – 5 Apr 1993
Banurusman Astrosemitro
– 6 Apr 1993 – 14 Mar 1996
Dibyo Widodo
– 15 Mar 1996 – 28 Jun 1998
Era Reformasi & 2000-an
Roesmanhadi
– 29 Jun 1998 – 3 Jan 2000
Roesdihardjo
– 4 Jan 2000 – 22 Sep 2000
Surojo Bimantoro
– 23 Sep 2000 – 29 Nov 2001
Da’i Bachtiar
– 29 Nov 2001 – 7 Jul 2005
– Memperkuat profesionalisme Polri pasca-reformasi.
Sutanto
– 8 Jul 2005 – 30 Sep 2008
Bambang Hendarso Danuri
– 1 Okt 2008 – 22 Okt 2010
Timur Pradopo
– 22 Okt 2010 – 25 Okt 2013
– Fokus pada stabilitas internal polisi.
Sutarman
– 25 Okt 2013 – 16 Jan 2015
Badrodin Haiti
– 17 Apr 2015 – 14 Jul 2016
Tito Karnavian
– 14 Jul 2016 – 23 Okt 2019
– Dikenal atas pendekatannya terhadap terorisme dan stabilitas nasional.
Idham Azis
– 1 Nov 2019 – 27 Jan 2021
Listyo Sigit Prabowo (Kapolri saat ini)
– 27 Jan 2021 – sekarang
– Fokus pada program Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) serta pemberantasan narkoba besar-besaran dan modernisasi Polri.
