Cuaca Ekstrem Mengintai, BNPB Intervensi Langit di Jabodetabek, Jabar, dan Banten
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem. BNPB lakukan Operasi Modifikasi Cuaca di Jabodetabek dan Jawa Barat untuk menekan risiko banjir dan bencana hidrometeorologi.

HALLONEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Operasi tersebut diputuskan berlanjut hingga 24 Januari 2026, mengikuti rekomendasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, menyatakan perpanjangan OMC merupakan bagian dari strategi mitigasi untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi, khususnya banjir akibat intensitas hujan tinggi.
Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Jawa bagian barat periode 16–23 Januari 2026 diperkirakan didominasi hujan ringan hingga sedang.
Namun, potensi hujan lebat hingga sangat lebat diprediksi muncul pada 20–21 Januari 2026, terutama di Banten bagian barat dan selatan, Jakarta Barat, serta Jawa Barat bagian barat.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi secara bervariasi di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Menindaklanjuti rekomendasi BMKG, BNPB kembali melaksanakan OMC pada 20 hingga 24 Januari 2026,” kata Abdul Muhari.
Saat ini pesawat Grand Caravan PK-JVH tengah menjalani inspeksi rutin pada 18–19 Januari 2026 dan dijadwalkan kembali beroperasi untuk mendukung pelaksanaan OMC sesuai agenda yang telah ditetapkan.
Sebelumnya, BNPB telah menggelar Operasi Modifikasi Cuaca pada 12–17 Januari 2026 yang berpusat di Posko Halim Perdanakusuma.
Selama periode tersebut, tercatat 20 sorti penerbangan dilakukan dengan total bahan semai mencapai 15.000 kilogram Natrium Klorida (NaCl) dan 5.000 kilogram Kalsium Oksida (CaO).
Selain BNPB, upaya pengendalian cuaca juga dilakukan oleh BPBD DKI Jakarta melalui OMC menggunakan pesawat Casa milik TNI Angkatan Udara sejak 16 hingga 22 Januari 2026.
Operasi tersebut berlangsung setiap hari hingga pukul 17.00 WIB sebagai bagian dari sinergi lintas instansi dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem di wilayah Jabodetabek. (dul)
