Home - Ekonomi & Bisnis - Coupang Guncang Korsel: 33 Juta Pengguna Dapat Kompensasi Rp700 Ribu per Orang Usai Data Bocor

Coupang Guncang Korsel: 33 Juta Pengguna Dapat Kompensasi Rp700 Ribu per Orang Usai Data Bocor

Coupang beri kompensasi Rp700 ribu per pengguna bagi 33 juta korban kebocoran data. Total dana lebih dari Rp18 triliun disiapkan perusahaan e-commerce Korea.

Senin, 29 Desember 2025 - 11:50 WIB
Coupang Guncang Korsel: 33 Juta Pengguna Dapat Kompensasi Rp700 Ribu per Orang Usai Data Bocor
Truk-truk pengiriman Coupang terparkir di tempat parkir di Seoul, Minggu (28/12/2025. Coupang akan memberikan kompensasi Rp700 ribu per pengguna kepada 33 juta korban kebocoran data. Foto: Yonhap for Hallonews

HALLONEWS.COM — Perusahaan e-commerce raksasa asal Korea Selatan (Korsel), Coupang, mengumumkan akan memberikan kompensasi senilai total 50.000 won (sekitar Rp700.000) kepada masing-masing dari 33,7 juta pengguna yang terdampak kebocoran data pribadi besar-besaran bulan ini.

Artinya, nilai kompensasi itu bukan total keseluruhan, melainkan diberikan per individu pengguna yang datanya bocor dalam insiden tersebut. Total dana kompensasi yang disiapkan perusahaan diperkirakan mencapai lebih dari 1,6 triliun won, atau sekitar Rp18 triliun, menjadikannya salah satu program kompensasi terbesar dalam sejarah industri digital Korea Selatan.

“Kami telah menyiapkan rencana kompensasi ini sebagai bagian dari upaya kami untuk bertanggung jawab kepada pelanggan kami,” kata CEO sementara Coupang, Harold Rogers, dalam pernyataannya, seperti dilansir The Korea Times, Senin (29/12/2025).

Menurut perusahaan, setiap pengguna akan menerima empat jenis voucher berbeda dengan nilai total 50.000 won. Distribusi voucher akan dimulai bulan depan dan dikirim melalui akun pengguna di aplikasi Coupang serta pesan teks ke nomor ponsel terdaftar.

Bahkan mantan pengguna yang telah berhenti menggunakan layanan Coupang juga berhak menerima kompensasi yang sama melalui SMS.

Kasus Kebocoran Data Terbesar di Korea

Langkah kompensasi ini diumumkan setelah otoritas keamanan siber Korea Selatan mengonfirmasi bahwa data pribadi 33,7 juta pengguna Coupang diakses secara ilegal pada awal Desember 2025.

Data yang bocor mencakup alamat email, nomor telepon, dan riwayat transaksi, meskipun perusahaan menegaskan tidak ada informasi keuangan atau kata sandi yang terekspos.

Insiden ini digolongkan sebagai kebocoran data terbesar dalam sejarah e-commerce Korea, menimbulkan kemarahan publik dan tekanan dari pemerintah agar Coupang bertanggung jawab secara penuh.

Reaksi Publik dan Upaya Pemulihan

Kebocoran data berskala besar ini memicu gelombang protes konsumen dan gugatan hukum massal terhadap Coupang. Banyak pengguna menilai perusahaan lamban dalam merespons dan tidak transparan saat insiden pertama kali diumumkan.

Sebagai langkah pemulihan, Coupang berkomitmen untuk melakukan audit keamanan independen terhadap sistem data pelanggan, meningkatkan lapisan enkripsi dan firewall, membentuk unit keamanan siber internal baru, dan melibatkan pakar keamanan data internasional untuk mencegah insiden serupa.

“Kami memahami bahwa kepercayaan pelanggan adalah aset terbesar kami. Kami akan memperkuat sistem kami agar pelanggaran seperti ini tidak pernah terjadi lagi,” tegas Rogers.

Dampak terhadap Reputasi dan Pasar

Coupang, yang dikenal sebagai “Amazon-nya Korea Selatan”, selama ini menjadi simbol keberhasilan teknologi dan logistik modern di Asia Timur. Namun, kasus ini menjadi pukulan besar terhadap reputasi perusahaan yang baru saja mencapai kinerja laba tahunan tertinggi.

Setelah insiden kebocoran data diumumkan, saham Coupang di Bursa New York dilaporkan turun hampir 8% dalam dua hari perdagangan. Investor menuntut transparansi lebih besar dan perombakan sistem keamanan internal.

Langkah Lanjutan dan Tanggung Jawab

Pemerintah Korea Selatan melalui Komisi Perlindungan Informasi Pribadi (PIPC) kini tengah menyelidiki penyebab kebocoran dan tanggung jawab hukum Coupang. Hasil awal menunjukkan adanya celah keamanan di server internal yang dieksploitasi oleh pihak ketiga.

Rogers mengatakan, selain kompensasi finansial, Coupang berkomitmen untuk memperkuat kerja sama dengan otoritas keamanan nasional dan lembaga perlindungan konsumen.

“Kompensasi ini bukan sekadar bentuk tanggung jawab finansial, tetapi komitmen kami untuk memulihkan kepercayaan publik,” ujarnya. (ren)