China Pamerkan Lompatan Besar Antariksa Komersial, Roket Reusable hingga Wisata Luar Angkasa
China memamerkan kemajuan pesat industri antariksa komersial di Beijing. Dari roket reusable, produksi satelit massal, hingga wisata luar angkasa mulai jadi kenyataan.

HALLONEWS.COM – Industri antariksa komersial China menunjukkan lompatan signifikan dalam sebuah pameran teknologi ruang angkasa yang digelar di Beijing.
Pameran ini menyoroti kemajuan pesat perusahaan-perusahaan swasta China dalam pengembangan roket, satelit, hingga aplikasi luar angkasa yang kian berorientasi pasar dan berbiaya efisien.
Salah satu sorotan utama datang dari perusahaan roket LandSpace yang berhasil melakukan penerbangan orbital perdana roket Zhuque-3 pada Desember 2025.
Roket ini dirancang dengan konsep dapat digunakan ulang (reusable), teknologi yang selama ini menjadi kunci efisiensi peluncuran global.
LandSpace menargetkan pemulihan penuh tahap pertama roket pada 2026, sekaligus membuka jalan menuju penerbangan ulang komponen roket.
Selain LandSpace, perusahaan iSpace juga menarik perhatian lewat pengembangan Hyperbola-3, roket reusable yang ditargetkan meluncur dalam waktu dekat.
Inovasi ini menandai semakin ketatnya persaingan sektor antariksa komersial China, sekaligus ambisi menekan biaya peluncuran satelit secara signifikan.
Di sektor satelit, GalaxySpace memamerkan kemampuan produksi massal satelit berbiaya rendah yang dilengkapi teknologi sayap surya fleksibel.
Strategi ini dinilai krusial untuk mendukung pembangunan konstelasi satelit skala besar, termasuk untuk internet satelit dan layanan komunikasi global.
Tak hanya peluncuran dan manufaktur, aplikasi antariksa juga menjadi fokus utama.
Perusahaan CAS Space memamerkan hasil uji terbang wahana suborbital Lihong-1 hingga ketinggian sekitar 120 kilometer.
Misi tersebut membawa eksperimen pencetakan logam 3D di luar angkasa serta pengujian benih tanaman dalam kondisi mikrogravitasi, yang berpotensi mempercepat riset material dan bioteknologi.
Yang tak kalah mencuri perhatian adalah wacana wisata luar angkasa komersial. Perusahaan InterstellOr mengungkapkan minat publik yang tinggi terhadap penerbangan suborbital menuju garis Kármán di ketinggian 100 kilometer.
Penumpang nantinya akan merasakan kondisi tanpa gravitasi selama beberapa menit, sebuah pengalaman yang sebelumnya hanya dapat dinikmati astronot profesional.
Data industri menunjukkan, pada 2025 sektor komersial menyumbang lebih dari separuh total peluncuran satelit China.
Pemerintah menilai perkembangan ini sebagai fondasi penting bagi ekosistem antariksa nasional, sekaligus penggerak ekonomi berbasis teknologi tinggi.
Pameran di Beijing ini menegaskan bahwa China tak lagi hanya mengandalkan program antariksa negara, tetapi tengah membangun ekosistem antariksa komersial yang agresif, inovatif, dan berorientasi global. (wib)
