Home - Teknologi & Digital - China Ngegas Ingin Lepas dari Chip Impor: Mobil Lokal Wajib Pakai Komponen Dalam Negeri

China Ngegas Ingin Lepas dari Chip Impor: Mobil Lokal Wajib Pakai Komponen Dalam Negeri

China tancap gas kurangi ketergantungan chip impor. Pejabat China menegaskan mobil lokal harus pakai chip dalam negeri demi kedaulatan teknologi.

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:30 WIB
China Ngegas Ingin Lepas dari Chip Impor: Mobil Lokal Wajib Pakai Komponen Dalam Negeri
XPeng’s G7 SUV model pertama mereka yang menggunakan chip AI Turing yang dikembangkan sendiri. (Dok XPeng)

HALLONEWS.COM – China semakin serius mempercepat penggunaan chip semikonduktor buatan dalam negeri di industri otomotif milik.mereka.

Langkah ini dinilai krusial untuk mengurangi ketergantungan industri otomotif setempat pada teknologi asing sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi nasional, di tengah ketatnya persaingan global dan pembatasan ekspor chip dari negara Barat.

Pemerintah Beijing mendorong produsen otomotif besar seperti BYD, SAIC Motor, Geely, Changan, dan Great Wall Motor agar meningkatkan tingkat lokalisasi chip pada kendaraan yang diproduksi di dalam negeri.

Targetnya jelas: dalam beberapa tahun ke depan, mobil buatan China—khususnya kendaraan listrik dan mobil pintar—diharapkan semakin mengandalkan komponen chip lokal.

Wakil Sekretaris Jenderal China Automotive Chip Industry Innovation Strategic Alliance, Zou Guangcai seperti dikutip dari CNA, Jumat (2/1/2026), menyatakan bahwa industri chip otomotif China telah mengalami kemajuan signifikan.

“Industri chip otomotif China telah mencapai lompatan besar. Saat ini, lebih dari 90 persen produk chip domestik telah memasuki tahap riset dan pengembangan, validasi, produksi massal, atau sudah digunakan langsung di kendaraan,” ujar Zou dalam forum industri terbaru bulan Desember 2025 lalu.

Menurutnya, lebih dari 1.000 perusahaan kini terlibat dalam ekosistem chip otomotif nasional, mencakup desain, manufaktur, hingga pengujian. Hal ini menunjukkan percepatan serius menuju rantai pasok yang lebih mandiri.

Chip jadi komponen vital dalam kendaraan modern, mulai dari sistem hiburan, pengelolaan baterai kendaraan listrik, hingga fitur bantuan mengemudi canggih. Selama bertahun-tahun, produsen mobil China masih bergantung pada chip impor untuk fungsi-fungsi utama tersebut.

Namun, tekanan geopolitik dan risiko gangguan pasokan global mendorong perubahan strategi industri otomotif Tiongkok secara agresif.

Pemerintah China juga memperkuat kebijakan pendukung, termasuk pemberian insentif, pendanaan riset, serta pembangunan fasilitas pengujian chip otomotif berskala nasional untuk memastikan standar keselamatan dan kualitas terpenuhi.

Meski begitu, tantangan tetap ada. Pejabat industri China mengakui bahwa chip otomotif memiliki standar yang jauh lebih ketat dibanding chip elektronik konsumen, terutama untuk sistem keselamatan dan mengemudi otonom. Namun, Beijing menilai lokalisasi tetap jadi langkah strategis jangka panjang.

Dengan pasar otomotif terbesar di dunia dan pertumbuhan pesat kendaraan listrik, China diyakini memiliki modal kuat untuk membangun industri chip otomotif mandiri.

Jika strategi ini berjalan sesuai rencana, China bukan hanya mengamankan industrinya sendiri, tetapi juga memperkuat posisinya dalam peta persaingan teknologi global. (wib)