Chengdong Jual Triliunan Rupiah Saham BUMI, Tapi Harga Justru Meledak!
Chengdong Investment melepas miliaran saham BUMI senilai hingga Rp1,4 triliun. Namun harga saham BUMI justru melonjak tajam hingga 158% dalam tiga bulan.

HALLONEWS.COM – Chengdong Investment Corp kembali melakukan divestasi saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Investor asal Tiongkok melepas 3,71 miliar saham BUMI melalui berbagai transaksi di pasar reguler dari 1 hingga 22 Desember 2025.
Menurut keterbukaan informasi, pelepasan saham dilakukan secara bertahap melalui 21 transaksi dengan harga mulai dari Rp238 hingga Rp388 per saham. Bergantung pada harga eksekusi masing-masing transaksi, Chengdong diperkirakan mengantongi dana segar antara Rp883,77 miliar dan Rp1,44 triliun dari transaksi tersebut.
Jumlah kepemilikan Chengdong di BUMI menurun seiring dengan aksi jual tersebut. Sekarang dia memiliki 22,27 miliar saham, atau 5,99%, dari sebelumnya 25,98 miliar saham, atau sekitar 6,99%. Ini menunjukkan dilusi kepemilikan sekitar 1%.
Menariknya, divestasi pemegang saham besar tidak langsung menekan harga saham BUMI. Pada perdagangan 24 Desember 2025, saham BUMI berada di level Rp362 per saham, turun 4,74%, atau 18 poin, dari posisi sebelumnya di Rp382.
PT Bumi Resources Tbk bekerja dalam pertambangan batubara dan minyak bumi. Usahanya mencakup penambangan, pengolahan, dan pemasaran energi, dengan basis operasional utamanya di Kalimantan Timur.
Ada banyak aset BUMI yang tersebar di seluruh negeri, termasuk Dairi Prima Mineral di Sumatera Utara, Pendopo Energi Batubara di Sumatera Selatan, Mineral Gorontalo dan Citra Palu Mineral di Sulawesi, Kaltim Prima Coal di Kalimantan Timur, dan Arutim Indonesia di Kalimantan Selatan. Selain itu, Gallo Oil memiliki aset minyak bumi di Republik Yaman.
Saham BUMI saat ini diperdagangkan di level 362. Dalam satu minggu terakhir, saham ini masih mencatatkan kenaikan 4,02%, sementara secara bulanan melonjak tajam 64,55%.
Dalam rentang tiga bulan, BUMI menguat signifikan hingga 158,57%, dan secara tahunan naik 212,07%. Bahkan dalam periode tiga tahun, saham ini telah mencatatkan kenaikan sekitar 111,7%, mencerminkan minat pasar yang sangat kuat.
Menurut Analisis Yes Invest terdapat hal yang cukup menarik dari aksi divestasi Chengdong di BUMI. Secara teori, pelepasan saham dalam jumlah besar oleh pemegang saham utama biasanya akan meningkatkan pasokan di pasar dan berpotensi menekan harga saham.
Namun, yang terjadi justru sebaliknya, di mana saham BUMI mencatatkan kenaikan tajam hingga 158% dalam tiga bulan terakhir, dengan lonjakan signifikan dalam satu bulan terakhir.
Kondisi ini mengindikasikan adanya pihak lain yang kemungkinan melakukan akumulasi saham BUMI secara masif, sehingga mampu menyerap tekanan jual dan menjaga tren kenaikan harga. (Adi Prasetya Teguh/Yes Invest)
