Chelsea Disebut Siapkan Liam Rosenior Sebagai Kandidat Pengganti Enzo Maresca, Ini Profilnya
Chelsea dikabarkan siap menunjuk Liam Rosenior sebagai pengganti Enzo Maresca. Pelatih muda Inggris yang kini menangani Strasbourg ini dinilai cocok dengan proyek jangka panjang BlueCo.

HALLONEWS.COM – Chelsea kembali membuat kejutan besar di bursa pelatih. Klub raksasa Liga Inggris itu disebut menjadikan Liam Rosenior sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Enzo Maresca, yang masa jabatannya berakhir di tengah konflik internal.
Rosenior bukan nama asing dalam proyek BlueCo, konsorsium pemilik Chelsea yang juga mengendalikan klub Ligue 1, Strasbourg.
Seperti halnya pemain muda yang dikembangkan di Prancis sebelum dipromosikan ke Stamford Bridge, kini jalur serupa tampaknya diterapkan pada level manajerial. Demikian dilaporkan Sky Sport, Jumat(2/1/2026).
Menariknya, dua tahun lalu, Rosenior sempat dipecat Hull City secara kontroversial meski membawa klub finis di posisi ketujuh Championship.
Namun, pemecatan itu tak menghentikan laju kariernya. Justru di Strasbourg, pelatih muda Inggris tersebut menemukan momentum terbaiknya.
Di Ligue 1 musim ini, Strasbourg tampil agresif dengan gaya umpan terkontrol dan tekanan tinggi, mencatatkan statistik pressing terbaik keenam di liga. Filosofi ini dinilai sejalan dengan pendekatan Maresca, sehingga tidak membutuhkan perubahan besar dalam struktur permainan Chelsea.
Keputusan Chelsea menunjuk Rosenior mungkin menimbulkan tanda tanya bagi sebagian penggemar. Namun bagi manajemen klub, langkah ini sepenuhnya logis.
Chelsea kini konsisten mengusung proyek usia muda, baik di lapangan maupun di kursi pelatih. Susunan pemain terakhir Maresca tercatat sebagai yang termuda sepanjang sejarah Premier League, dan Rosenior akan menjadi salah satu manajer termuda di kompetisi tersebut.
Pengalaman Rosenior juga tak bisa dipandang sebelah mata. Ia telah memimpin lebih dari 150 pertandingan sebagai pelatih kepala dan sebelumnya menghabiskan tiga tahun sebagai asisten, termasuk mendampingi Wayne Rooney di Derby County.
Bahkan, sejumlah pendukung Derby sempat menyebut Rosenior sebagai “otak tak terlihat” di balik tim kala itu.
Pemilik Hull City, Acun Ilicali, pernah memuji kualitas Rosenior meski memutuskan berpisah.
“Liam adalah pelatih yang sangat bagus dan akan sukses. Filosofi sepak bolanya luar biasa, tetapi kami merasa tidak cocok dengan arah klub,” ujarnya seperti dikutip BBC Sport.
Di Strasbourg, Rosenior juga mencatat sejarah dengan menurunkan starting XI U-23 seluruhnya pemain Prancis, sebuah rekor baru di Ligue 1. Ia membawa klub finis di tujuh besar untuk kali kedua sejak 1981, meski dibebani ekspektasi tinggi.
Jika resmi ditunjuk, Rosenior akan menangani klub yang baru menjuarai Piala Dunia Antarklub, sebuah lompatan besar dalam kariernya.
Meski peluang ini datang lebih cepat dari perkiraan, reputasinya sebagai pelatih cerdas, adaptif, dan komunikatif membuat Chelsea yakin telah memilih sosok yang tepat.(wib)
