Home - Megapolitan - Cap Go Meh Bogor 2026 Pindah ke Malam Hari, Wisata Kuliner Ramadan Kian Semarak

Cap Go Meh Bogor 2026 Pindah ke Malam Hari, Wisata Kuliner Ramadan Kian Semarak

Cap Go Meh Bogor 2026 digelar malam hari usai tarawih karena bertepatan Ramadan. Pusat kota dan Suryakencana diprediksi ramai pengunjung

Kamis, 22 Januari 2026 - 9:56 WIB
Cap Go Meh Bogor 2026 Pindah ke Malam Hari, Wisata Kuliner Ramadan Kian Semarak
Hallonews Kemeriahan pawai Cap Go Meh di kawasan Suryakencana, Kota Bogor.

HALLONEWS.COM – Cap Go Meh (CGM) adalah sebuah pesta budaya yang setiap helarannya, selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu masyarakat banyak.

Untuk tahun 2026 ini, helaran budaya di Kota Bogor menjadi istimewa, karena Bogor Street Festival CGM bertepatan dengan bulan puasa.

Perpaduan dua momentum besar yakni antara budaya dan religi ini menunjukkan wajah Bogor yang hangat, toleran, dan penuh warna. Sebagai salah satu festival budaya terbesar di Jawa Barat, CGM bukan hanya milik komunitas warga keturunan, melainkan telah menjadi pesta rakyat.

Ribuan warga dan wisatawan selalu hadir dan menyaksikan. Pusat kota dan jalur seputar pawai budaya selalu ramai. Uniknya, peserta pawai, termasuk pemain utama yang membawa ular naga, adalah masyarakat Kota Bogor lintas agama.

Pertunjukan budaya tahunan yang selalu ramai ini, maka tak heran, kuliner khas Bogor, selalu mengambil bagian, dengan menampilkan produknya melalui stand yang disediakan panitia.

Disinilah terjadi roda perputaran ekonomi dan budaya yang tetap lestari. Masyarakat terhibur dengan atraksi budaya, sambil berburu kuliner khas kota hujan ini.

Ketua Panitia CGM Street Festival 2026, Arifin Himawan mengatakan, perayaan CGM tahun ini memiliki tantangan karena berlangsung disaat puasa, namun tmsekaligus peluang besar, bagi pelaku UMKM.

“Cap Go Meh dan Ramadhan hadir di bulan yang sama. Ini momentum baik untuk memperkuat toleransi dan kerukunan dalam satu event di Kota Bogor,” kata Arifin dalam jumpa pers.

Puncak perayaan Cap Go Meh Bogor 2026 yang merupakan acara utama, sesuai jadwal, berlangsung Selasa, (3/3/2026).

Karena bertepatan dengan bulan puasa, maka helaran CGM disesuaikan dengan waktu berbuka yakni, berlangsung pada malam hari, setelah salat tarawih.

“Setelah salat tarawih, baru pawai. Ini diambil, agar semua agenda bisa berjalan. Beberapa rangkaian kegiatan pendukung, akan berlangsung sebelum hari H. Konsep festival tahun ini, tidak hanya menonjolkan hiburan, tetapi memperkuat nilai sosial, ekonomi kreatif, serta kebersamaan antar warga,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 01 22 at 09.37.29
Hallonews
Pawai Cap Go Meh selalu meriah setiap tahunnya. Untuk tahun 2026 ini, ada bazar Ramadan UMKM di perayaan Cap Go Meh di Bogor.

Arifin menjelaskan, lokasi yang menjadi pusat utama perayaan Cap Go Meh 2026 di Bogor yakni di Jalan Suryakencana, sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Kawasan legendaris ini dikenal sebagai jantung sejarah komunitas Tionghoa di Bogor sekaligus kawasan kuliner yang selalu hidup.

Rute pawai budaya akan dimulai dari Vihara Dhanagun (Hok Tek Bio), menyusuri Jalan Suryakencana, mengitari kawasan Gang Aut, lalu kembali melalui Jalan Roda.

Rute ini disesuaikan agar tetap aman, nyaman, dan tidak mengganggu aktivitas ibadah Ramadan, baik bagi peserta pawai maupun penonton.

Sementara bagi pelaku UMKM, mendapat bagian selama tiga hari, mulai tanggal 1-3 Maret 2026, untuk berjualan di sepanjang Jalan Suryakencana.

Hingga saat ini, sudah ada 150 pelaku UMKM lokal yang akan meramaikan bazar ini dengan aneka kuliner khas, jajanan tradisional, makanan Tionghoa, hingga kerajinan dan suvenir.

Ratna Dewi (46), pelaku UMKM mengaku senang dengan adanya tenda bazar yang disediakan panitia CGM nanti.

“Alhamdulillah saya bisa berjualan. Produk saya ini kue dan kripik,” katanya Kamis (22/1/2026).

Bazar ini menjadi ruang bertemunya tradisi, ekonomi lokal, dan gaya hidup urban dalam satu kawasan yang semarak.

“Nuansa Ramadan dan toleransi Cap Go Meh 2026 Bogor, pada malam hari, menjadi simbol kuat toleransi di Kota Bogor,” paparnya.

“Semua ini mempertegas, bahwa Cap Go Meh Bogor bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga ruang kebersamaan lintas keyakinan,” ujarnya lagi. (opy)