Home - Teknologi & Digital - ByteDance Perkuat Strategi AI Global, Siapkan Belanja Chip Nvidia Jumbo pada 2026

ByteDance Perkuat Strategi AI Global, Siapkan Belanja Chip Nvidia Jumbo pada 2026

ByteDance berencana investasi besar US$14 miliar untuk pembelian chip Nvidia tahun 2026 guna memperkuat kemampuan AI dan komputasi. Simak dampaknya pada industri teknologi global.

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:30 WIB
ByteDance Perkuat Strategi AI Global, Siapkan Belanja Chip Nvidia Jumbo pada 2026
Logo Nvidia Foto: Dok. Nvidia

HALLONEWS.COM – Perusahaan teknologi raksasa asal China, ByteDance, dikabarkan tengah mempersiapkan langkah strategis besar untuk memperkuat posisinya di industri kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) global.

Perusahaan induk TikTok dan Douyin itu disebut akan mengalokasikan dana jumbo untuk pembelian chip Nvidia pada 2026, seiring meningkatnya kebutuhan komputasi berperforma tinggi.

Seperti dilaporkan South China Morning, Selasa (13/1/2026), langkah ini mencerminkan perubahan fokus ByteDance dari sekadar platform media sosial menjadi perusahaan teknologi berbasis AI yang terintegrasi.

Kebutuhan chip grafis (GPU) kelas atas semakin krusial, terutama untuk mendukung pengembangan model AI generatif, sistem rekomendasi konten, analitik data skala besar, serta pengoperasian pusat data internal.

Dalam beberapa tahun terakhir, persaingan antarperusahaan teknologi global tidak lagi hanya ditentukan oleh inovasi perangkat lunak, tetapi juga oleh kemampuan mengamankan pasokan perangkat keras strategis.

Chip buatan Nvidia menjadi komoditas paling diburu karena kemampuannya menjalankan komputasi AI dengan efisiensi dan kecepatan tinggi.

Bagi ByteDance, investasi besar di sektor chip dinilai sebagai langkah antisipatif di tengah ketatnya regulasi dan ketidakpastian geopolitik.

Hubungan dagang antara Amerika Serikat dan China yang kerap memanas membuat akses terhadap teknologi canggih berpotensi semakin terbatas. Dengan mengamankan pasokan lebih awal, ByteDance dapat menjaga keberlanjutan ekspansi bisnis digitalnya.

Analis menilai strategi ini juga menunjukkan bahwa ByteDance tidak ingin tertinggal dari para pesaing global seperti Google, Microsoft, maupun Meta yang lebih dulu menggelontorkan dana besar untuk infrastruktur AI.

Penguatan kapasitas komputasi memungkinkan ByteDance mengembangkan teknologi secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada penyedia pihak ketiga.

Di sisi lain, langkah agresif ini diperkirakan akan berdampak pada dinamika industri semikonduktor global.

Permintaan chip Nvidia yang terus melonjak berpotensi memperketat pasokan dan mendorong harga tetap tinggi dalam jangka menengah. Kondisi ini sekaligus menegaskan bahwa chip AI kini menjadi aset strategis, setara dengan energi dan bahan baku vital lainnya.

Meski demikian, risiko tetap ada. Fluktuasi ekonomi global, perubahan kebijakan ekspor teknologi, hingga persaingan regional dalam pengembangan chip domestik dapat memengaruhi realisasi rencana tersebut.

Namun secara strategis, langkah ByteDance menunjukkan keyakinan bahwa AI akan menjadi tulang punggung pertumbuhan industri digital di masa depan.

Dengan fokus pada penguatan infrastruktur teknologi, ByteDance menegaskan ambisinya untuk tetap menjadi pemain utama dalam peta persaingan teknologi global, bukan hanya sebagai platform hiburan, tetapi sebagai penggerak inovasi berbasis kecerdasan buatan.(kim)