Bukan Mabuk, Gen Z Pilih Kopi dan Matcha Sebagai Tren Gaya Hidup Baru
Gen Z semakin meninggalkan minuman keras dan beralih ke kopi, matcha, serta minuman non-alkohol. Kesadaran kesehatan dan perubahan gaya hidup membuat industri miras kehilangan pasar muda.

HALLONEWS.COM – Minuman keras (miras) kian kehilangan daya tarik di kalangan Generasi Z (Gen Z). Kelompok usia muda kini mulai mendominasi pasar dan terus menunjukkan perubahan signifikan dalam pola konsumsi mereka dengan meninggalkan alkohol dan beralih ke minuman non-alkohol seperti kopi, matcha, serta minuman fungsional.
Tren ini bukan sekadar fenomena lokal, melainkan terjadi secara global. Data berbagai lembaga riset menunjukkan Gen Z mengonsumsi alkohol jauh lebih sedikit dibanding generasi sebelumnya.
International Wine & Spirits Record (IWSR) mencatat bahwa Gen Z menjadi generasi dengan tingkat konsumsi alkohol terendah dalam dua dekade terakhir.
President & CEO IWSR, Pamela Kaufman, menyebut generasi muda saat ini memiliki pandangan berbeda terhadap alkohol.
“Bagi Gen Z, bersosialisasi tak harus berpusat pada alkohol. Mereka mencari pengalaman yang sehat, autentik, dan tetap bermakna,” ujar Kaufman dalam laporan tren industri minuman global.
Salah satu alasan utama miras makin ditinggalkan adalah meningkatnya kesadaran terhadap kesehatan fisik dan mental. Gen Z dikenal lebih terbuka membicarakan isu kesehatan mental, produktivitas, dan kualitas hidup.
Senior Advisor National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism (NIAAA) Amerika Serikat, Dr. Aaron White, menilai Gen Z lebih memahami risiko jangka panjang mengkonsumsi alkohol.
“Mereka lebih sadar dampak alkohol terhadap kualitas tidur, fokus, suasana hati, dan performa harian. Itu membuat mereka lebih berhati-hati,” jelasnya.
Di Indonesia, tren ini juga terlihat. Konsumsi alkohol per kapita terus menurun, sementara minuman non-alkohol justru tumbuh pesat.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 mencatat konsumsi alkohol di Indonesia untuk usia 15 tahun ke atas hanya 0,30 liter. per kapita.
Psikolog perkembangan dari Universitas Indonesia, Dr. Siti Aisyah, M.Psi., menilai Gen Z memiliki literasi kesehatan yang lebih baik berkat akses informasi digital.
“Gen Z tidak sekadar ikut tren. Mereka membaca, membandingkan, dan mempertimbangkan dampak sebelum mengonsumsi sesuatu,” ujarnya.
Simbol Gaya Hidup Baru
Bersamaan dengan menurunnya minat terhadap miras, kopi dan matcha menjelma sebagai simbol gaya hidup Gen Z. Kedai kopi kini jadi ruang bekerja, berdiskusi, hingga bersosialisasi.
Sementara matcha digemari karena citra sehat, kandungan antioksidan, dan efek energi yang lebih stabil.
Analis tren konsumen dari Mintel Global, Emma Lindley, menyebut kopi dan teh telah menjadi “pengganti sosial” alkohol bagi generasi muda.
“Minuman non-alkohol kini berperan sebagai medium interaksi sosial, bukan sekadar konsumsi,” katanya.
Pergeseran selera ini menjadi tantangan besar bagi industri miras. Regulasi, harga, serta perubahan nilai sosial membuat alkohol semakin sulit menjangkau konsumen muda.
Meski sejumlah produsen mulai menghadirkan produk rendah alkohol atau non-alkohol, adaptasi ini belum sepenuhnya mengimbangi perubahan preferensi Gen Z.
Tren ini menunjukkan bahwa penurunan minat terhadap miras bukan sekadar tren sesaat, melainkan perubahan budaya konsumsi yang lebih sadar, sehat, dan berkelanjutan. (wib)
