BSDE Terbitkan Obligasi Berkelanjutan IV Senilai Rp 2 Triliun untuk Restrukturisasi Utang
BSDE telah buat pengumuman tentang penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV dengan tujuan kumpulkan dana sebesar 2 triliun rupiah.

HALLONEWS.COM – PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) telah membuat pengumuman tentang penerbitan Obligasi Berkelanjutan IV dengan tujuan mengumpulkan dana sebesar Rp2.000.000.000.000 atau dua triliun rupiah.
Sebelumnya, Perseroan telah menerbitkan dan menawarkan obligasi dengan pokok sebesar Rp500 miliar pada tahap I pada tahun 2025. Sekarang, BSDE melanjutkan ke tahap II pada tahun 2025 dengan pokok obligasi sebesar Rp1.250.870.000.000.
Kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi, yang diterbitkan atas nama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai bukti utang bagi pemegang obligasi, obligasi ini diterbitkan tanpa warkat.
Di antara empat jenis obligasi, Seri A menawarkan bunga 5,50% setiap tahun selama tiga tahun; Seri B menawarkan bunga 6,00% selama lima tahun; Seri C menawarkan bunga 6,25% selama tujuh tahun; dan Seri D menawarkan bunga 6,50% selama sepuluh tahun.
Bunga dibayarkan setiap triwulan, dan pembayaran pertama dimulai pada 17 Maret 2026. Pelunasan pokok, atau pembayaran garis, dilakukan pada saat jatuh tempo sesuai seri masing-masing. Untuk Seri A, 17 Desember 2028, Seri B, 2030, 2032, dan Seri D, 2035.
Setelah biaya emisi dikurangi, penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk melunasi pinjaman pokok. Sekitar 84,9% dari hasilnya akan digunakan untuk melunasi fasilitas pinjaman jangka pendek PT Bank Tabungan Negara (BTN), dan sisa 15,1% akan digunakan untuk melunasi fasilitas perbankan PT Bank Permata Tbk. Tujuan dari penerbitan obligasi ini adalah untuk meningkatkan kesehatan keuangan BSDE dan meningkatkan likuiditas pemilik.
PT Bumi Serpong Damai Tbk adalah salah satu perusahaan properti besar di Indonesia dengan fokus pada pengembangan lahan hunian, komersial, dan industri. Perusahaan berkantor pusat di kawasan pengembangan lahan di Tangerang dan dikenal sebagai bagian dari grup Sinarmas Land.
Saat ini, kapitalisasi pasar BSDE sekitar Rp20,219 triliun, menunjukkan peran besar perusahaan di industri properti nasional.
Harga saham BSDE adalah Rp955/lembar. Saham naik sekitar 1,6 persen dalam satu minggu terakhir, tetapi turun 2,04 persen dalam satu bulan. Dalam tiga bulan terakhir, saham turun 8,13% dan turun 10,28% dalam satu tahun.
Namun, dalam jangka panjang, saham tumbuh 2,67% dalam tiga tahun terakhir, dan turun 10,28% dalam lima tahun terakhir.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor terus mengawasi BSDE, meskipun ada koreksi jangka pendek, terutama terkait dengan bagaimana hasil obligasi dan strategi pelunasan utang akan mempengaruhi kinerja keuangan dan prospek jangka panjang perusahaan.
Analisis Yes Invest
Tujuan penerbitan obligasi ini sepenuhnya untuk pembayaran utang, sehingga belum memberikan dorongan pertumbuhan langsung bagi bisnis inti perusahaan.
Namun langkah ini tetap memiliki sisi positif mengingat kupon obligasi lebih rendah dibandingkan bunga pinjaman bank. Jika strategi pengelolaan utang ini berhasil, BSDE berpotensi meningkatkan efisiensi biaya keuangan dan memperkuat neraca dalam jangka menengah. (Adi Prasetya Teguh)
