Home - Nusantara - BNPB Beri Catatan pada Pembangunan Fasilitas Pendukung Huntara Korban Bencana Sumbar

BNPB Beri Catatan pada Pembangunan Fasilitas Pendukung Huntara Korban Bencana Sumbar

BNPB evaluasi pembangunan huntara dan huntap di Sumbar pascabencana banjir longsor guna percepatan rehabilitasi rekonstruksi aman berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.

Kamis, 8 Januari 2026 - 12:30 WIB
BNPB Beri Catatan pada Pembangunan Fasilitas Pendukung Huntara Korban Bencana Sumbar
Pekerja sedang mempersiapkan pasir untuk pembangunan huntara di Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar, Rabu (7/1/2026).

HALLONEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melakukan evaluasi pembangunan hunian bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Langkah ini sebagai bagian dari upaya untuk memberikan masukan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi.

Evaluasi bertujuan untuk melihat pembangunan hunian sementara (huntara) di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota. Sekretaris Utama BNPB Rustian memimpin evaluasi di lapangan dengan meninjau lokasi persiapan pembangunan huntap di Kabupaten Solok pada Rabu (7/1/2026).

Selain itu, BNPB juga meninjau lokasi yang dipersiapkan sebagai hunian tetap (huntap) pada fase pemulihan. Langkah ini juga untuk memastikan proses pembangunannya berjalan sesuai standar, sesuai kebutuhan penyintas serta selaras dengan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.

Rustian menyatakan, evaluasi mencakup sejumlah aspek, antara lain progres fisik pembangunan huntara, kualitas bangunan, ketersediaan sarana dan prasarana pendukung, serta kesesuaian lokasi dengan prinsip keamanan dan kelayakan hunian.

“Evaluasi juga menyoroti koordinasi lintas sektor antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri dan instansi terkait lainnya dalam pelaksanaan pembangunan huntara,” ujar Rustian dalam keterangan tertulis.

Dari hasil evaluasi, Sekretaris Utama BNPB mengatakan, pembangunan huntara di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kabupaten Tanah Datar, secara umum telah berjalan. Namun demikian, masih terdapat sejumlah catatan perbaikan, seperti penyempurnaan fasilitas pendukung, penyesuaian desain terhadap kebutuhan keluarga penyintas, serta percepatan target penyelesaian pada beberapa titik pembangunan.

Saat ini, pembangunan huntara di Kecamatan Gunuang Omeh Kabupaten Lima Puluh Kota ditargetkan sebanyak 60 unit pada permohonan tahap pertama. Sedangkan di Tanah Datar, tepatnya di wilayah Nagari Bungo Tanjuang Kecamatan Batipuh, para pekerja membangun 23 unit huntara. Sedangkan di Nagari Sumpur Kecamatan Batipuh Selatan, pemerintah membangun 15 unit huntara.

Sementara itu, lokasi hunian tetap atau huntap yang dipersiapkan untuk di Kabupaten Solok, telah memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi. Lokasi hunian tetap ini berada di wilayah Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak.

Temuan dan hasil evaluasi ini selanjutnya akan menjadi rekomendasi sebagai salah satu bahan masukan penting dalam penyusunan dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Provinsi Sumbar.

Dokumen R3P diharapkan mampu menjadi pedoman komprehensif dalam penanganan pascabencana, termasuk peralihan dari hunian sementara menuju hunian tetap yang aman, layak, dan berkelanjutan. (GAA)