BMKG: Waspada Gelombang Sedang di Perairan NTT hingga 3 Januari 2026
BMKG Tenau Kupang memperingatkan potensi gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan NTT mulai 31 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026. Waspada angin kencang dan awan Cumulonimbus yang dapat meningkatkan tinggi gelombang di Laut Sawu dan perairan sekitarnya.

HALLONEWS.COM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat pesisir dan pelayaran untuk mewaspadai potensi gelombang laut kategori sedang di sejumlah wilayah Perairan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kondisi ini diperkirakan berlangsung mulai 31 Desember 2025 pukul 08.00 WITA hingga 3 Januari 2026 pukul 08.00 WITA.
Melalui laporan resmi Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, BMKG menyebut pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Utara dengan kecepatan antara 8 hingga 35 knot. Kecepatan tertinggi terpantau di beberapa wilayah seperti Selat Sape, Selat Sumba, Laut Sawu, Perairan Flores, dan Perairan Selatan Timor–Rote.
“Arah dan kecepatan angin yang cukup kuat berpotensi meningkatkan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan NTT,” tulis BMKG dalam rilisnya, Selasa (30/12/2025).
Awan Cumulonimbus Picu Perubahan Angin Mendadak
BMKG juga memperingatkan keberadaan awan Cumulonimbus (CB), awan tebal berwarna gelap menyerupai bunga kol, yang berpotensi menimbulkan hujan lebat, angin kencang, dan peningkatan gelombang laut secara tiba-tiba.
Masyarakat, nelayan, dan operator pelayaran diimbau agar lebih waspada terutama saat melintas di wilayah perairan yang terpantau aktivitas awan CB cukup tinggi.
Wilayah dengan Potensi Gelombang Sedang (1,25 – 2,5 meter)
1. 31 Desember 2025 – 1 Januari 2026:
Selat Sape bagian selatan, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Perairan Selatan Flores, Perairan Selatan Alor–Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, dan Perairan Selatan Timor–Rote.
2. 1 Januari 2026 – 2 Januari 2026:
Selat Sape, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Perairan Selatan Flores, Perairan Selatan Alor–Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, dan Perairan Selatan Timor–Rote.
3. 2 Januari 2026 – 3 Januari 2026:
Selat Sape, Selat Flores–Lamakera, Selat Pantar, Perairan Flores, Perairan Selatan Alor–Pantar, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, Perairan Selatan Sumba, Perairan Sabu–Raijua, Perairan Utara Timor, Perairan Utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, dan Perairan Selatan Timor–Rote.
BMKG mengingatkan agar kapal nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri penyeberangan memperhatikan informasi prakiraan cuaca maritim sebelum berlayar, terutama di wilayah Laut Sawu dan perairan selatan NTT yang menjadi jalur utama transportasi antarpulau.
Masyarakat juga diimbau untuk menghindari aktivitas di laut apabila kecepatan angin meningkat atau muncul awan gelap tebal di langit. (ren)
