Home - Internasional - Berkas Epstein Dibuka: 3 Juta Dokumen Seret Tokoh Dunia, dari Pangeran hingga Miliarder

Berkas Epstein Dibuka: 3 Juta Dokumen Seret Tokoh Dunia, dari Pangeran hingga Miliarder

Departemen Kehakiman AS membuka lebih dari tiga juta dokumen Jeffrey Epstein pada Jumat waktu setempat, menyeret tokoh dunia dari Pangeran Andrew hingga miliarder ternama.

Minggu, 1 Februari 2026 - 11:48 WIB
Berkas Epstein Dibuka: 3 Juta Dokumen Seret Tokoh Dunia, dari Pangeran hingga Miliarder
Jeffrey Epstein, mendiang pemodal Amerika Serikat yang divonis sebagai pelaku kejahatan seksual, terkait kasus perdagangan seks anak yang kembali disorot setelah Departemen Kehakiman AS membuka jutaan dokumen pada Jumat waktu setempat. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.COM – Departemen Kehakiman AS membuka dan merilis lebih dari tiga juta halaman dokumen terkait mendiang pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein pada Jumat (30//2026) waktu Amerika Serikat.

Rilis tersebut merupakan pengungkapan terbesar sejauh ini dalam kasus Epstein, mencakup foto, pertukaran email, video, catatan properti, serta dokumen terkait kematian Epstein di sel penjara New York pada 2019.

Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche mengatakan jumlah dokumen yang dipublikasikan setara dengan “sekitar dua Menara Eiffel”, menggambarkan skala masif arsip yang dibuka ke publik.

Sejumlah tokoh berpengaruh dunia kembali muncul dalam dokumen tersebut. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah Andrew Mountbatten-Windsor, yang terlihat dalam foto-foto dan korespondensi yang mengungkap kedekatannya dengan Epstein bahkan setelah sang taipan dihukum dalam kasus prostitusi anak.

Email yang dirilis menunjukkan Epstein masih mendapat akses ke lingkungan kerajaan Inggris, termasuk undangan ke Istana Buckingham pada 2010. Andrew sebelumnya mengklaim telah memutus hubungan dengan Epstein pada akhir tahun itu, namun dokumen terbaru memunculkan keraguan atas klaim tersebut. Meski demikian, pihak Andrew tetap membantah melakukan kesalahan apa pun.

Nama Elon Musk juga tercantum dalam berkas, melalui korespondensi yang memperlihatkan pertanyaan mengenai rencana kunjungan ke pulau milik Epstein. Departemen Kehakiman AS menegaskan tidak ada indikasi pelanggaran hukum dalam kemunculan nama tersebut.

Rilis pada Jumat (30/1/2026) waktu AS ini juga memuat foto-foto mantan duta besar Inggris untuk AS, Peter Mandelson, yang terlihat hanya mengenakan pakaian dalam. Pihak Mandelson menyatakan tidak mengetahui konteks foto, serta menegaskan tidak ada kaitan dengan Epstein.

Dokumen lain mengungkap Epstein pernah mentransfer ribuan pound sterling kepada suami Mandelson untuk membiayai kursus osteopati. Dalam email terpisah, Mandelson disebut menyampaikan kepada Epstein bahwa ia “berusaha keras” memengaruhi kebijakan pemerintah terkait bonus perbankan, yang kini kembali memicu kontroversi politik di Inggris.

Menanggapi rilis berkas pada Jumat tersebut, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyerukan agar Andrew bersedia memberikan kesaksian di hadapan Kongres AS terkait hubungannya dengan Epstein. Namun, Starmer enggan berkomentar lebih jauh mengenai Mandelson, yang sebelumnya telah dicopot dari jabatan duta besar.

Tekanan untuk membuka arsip Epstein secara lebih luas juga datang dari AS. Anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez menyatakan rilis pada Jumat ini “hanya sebagian kecil dari keseluruhan berkas Epstein”, dan mendesak transparansi penuh demi keadilan bagi para korban.

Nama Presiden AS Donald Trump kembali disebut dalam konteks hubungan masa lalu, namun Trump membantah melakukan kesalahan apa pun dan tidak memberikan komentar langsung terkait pembukaan berkas terbaru tersebut.

Departemen Kehakiman AS menegaskan bahwa kemunculan nama atau foto dalam dokumen yang dibuka pada Jumat ini tidak otomatis menunjukkan kesalahan hukum. Penelusuran terhadap jutaan halaman berkas masih terus dilakukan oleh penyelidik dan jurnalis di berbagai negara. (ren)