Home - Megapolitan - Belum Lunasi Bipih 2026, 3.009 Calon Jamaah Haji Bekasi Terancam Gagal Berangkat

Belum Lunasi Bipih 2026, 3.009 Calon Jamaah Haji Bekasi Terancam Gagal Berangkat

3.009 calon jamaah haji reguler asal Kabupaten Bekasi terancam batal mengikuti ibadah haji 2026 lantaran belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih)

Selasa, 16 Desember 2025 - 13:00 WIB
Belum Lunasi Bipih 2026, 3.009 Calon Jamaah Haji Bekasi Terancam Gagal Berangkat
Jemaah Haji Kabupaten Bekasi. Foto: Pemkab Bekasi for Hallonews

HALLONEWS.COM – Sebanyak 3.009 calon jamaah haji reguler asal Kabupaten Bekasi tercatat belum melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap pertama untuk masa keberangkatan 1447 Hijriah/2026. Padahal pelunasan Bipih reguler paling lambat Selasa, 23 Desember 2025.

Berdasarkan data Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bekasi menunjukkan, dari total 3.573 calon jamaah yang masuk kuota, baru 564 orang atau sekitar 16 persen yang telah menyelesaikan pelunasan Bipih.

Kepala Seksi (Kasie) Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj Kabupaten Bekasi Mulyono Hilman Hakim mengungkapkan bahwa besaran pelunasan tahap pertama berkisar Rp30 juta hingga Rp31 juta.

“Total Bipih haji reguler tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp58.559.022. Jamaah cukup melunasi sisa biaya setelah dikurangi setoran awal,” kata Mulyono, Selasa (16/12/2025).

Menariknya, tahun ini Kabupaten Bekasi mendapatkan tambahan kuota haji yang cukup signifikan, dari sebelumnya sekitar 2.100 jamaah menjadi 3.573 jamaah. Penambahan ini merupakan dampak dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.

Regulasi baru tersebut mengatur pembagian kuota haji reguler dan khusus secara lebih proporsional, sekaligus memangkas masa tunggu keberangkatan. Jika sebelumnya calon jamaah harus mengantre hingga 30 tahun, kini masa tunggu dapat dipersingkat menjadi belasan tahun.

“Untuk tahun ini, antrean keberangkatan sudah mencapai pendaftar Mei 2014. Artinya, jamaah Kabupaten Bekasi yang mendaftar pada 2012–2013 dan belum berangkat, memiliki peluang besar berangkat tahun depan,” pungkasnya.