Belajar dari Kasus Dewi Astutik : Anggota Komisi III DPR Minta Pemerintah Terapkan Hukuman Mati bagi Bandar Narkoba

HALLONEWS.COM – Ketua Fraksi PAN MPR dan anggota Komisi III DPR RI, Sariffudin Sudding meminta perintah tegas dalam menerapkan hukuman mati bagi para bandar narkoba kelas kakap seperti di China.
“Sudah saatnya pemerintah menerap hukuman mati bagi para bandar narkoba kelas kakap seperti di China. Di sana semua pengedar narkoba dieksekusi mati tanpa meributkan hak asazi manusia (HAM), tapi di sini menganggap HAM sebagai sesuatu yang fundamental. Padahal korban narkoba sudah begitu banyak, jika kita menghapuskan hukuman mati terhadap para bandar narkoba, saya yakin bandar-bandar narkoba dari luar negeri akan berbondong-bondong masuk ke Indonesia,” ujar Sudding menanggapi penangkapan Dewi Astutik, aktor intelektual penyelundupan 2 ton sabu oleh Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sudding menilai Indonesia dalam keadaan darurat narkoba. Dia menyatakan jika 2 ton sabu yang diselundupkan di kasus Dewi Astutik sempat beredar di Indonesia, akan ada berapa banyak orang yang jadi korban narkoba ini.
“Karena penegakan hukum kita masih sangat lemah, maka Indonesia dijadikan pangsa pasar. Maka harus ada efek jera dalam persoalan narkoba ini,” ujar anggota Komisi III DPR RI ini.
Sementara Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Riza M Patria mendukung penuh langkah BNN memberantas peredaran narkoba di kampung Bahari, kampung Ambon dan berbagai daerah rawan lainnya di Indonesia.
“Saya mendukung penuh operasi pemulihan kawasan rawan narkotika terpadu yang tengah digencarkan BNN dan BNNP DKI Jakarta. Pekerjaan pemulihan kawasan narkotika bukan hanya masalah penegakan hukum, tapi pekerjaan besar dalam memperkuat ketahanan lingkungan pemberdayaan masyarakat,” tutur Riza.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini menyatakan wilayah-wilayah yang dipulihkan dari narkoba ini merupakan daerah yang punya potensi besar apabila dipulihkan dan diberdayakan.
“Mari menjaga wilayah kita bersama-sama agar sehat, aman dan bersih dari ancaman narkotika. Dengan gotong royong dan komitmen bersama yang kuat, kita mampu mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang,” ujarnya. (W-2)
