Home - Nasional - Bareskrim Polri Bentuk Satgas Sapu Bersih, Ini Tugas Utamanya

Bareskrim Polri Bentuk Satgas Sapu Bersih, Ini Tugas Utamanya

Tujuan utama Satgas Saber ini adalah melindungi masyarakat, menjaga keamanan dan mutu pangan menjelang HBKN. Penegakan hukum dilakukan sebagai langkah terakhir, namun tetap tegas apabila ditemukan pelanggaran serius.

Kamis, 5 Februari 2026 - 21:08 WIB
Bareskrim Polri Bentuk Satgas Sapu Bersih, Ini Tugas Utamanya
Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono. Hallonews

HALLONEWS.COM – Bareskrim Polri membentuk Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan secara nasional menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 2026.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan harga terkendali, sekaligus mencegah praktik penimbunan serta permainan harga di pasar.

“Satgas Saber dibentuk untuk mengawal kebijakan harga pangan, menjaga keamanan dan mutu pangan, serta memastikan distribusi berjalan lancar dari hulu ke hilir,” kata Kabareskrim Polri Komjen Pol Syahardiantono, Kamis (5/2/2026).

Menurut Syahar, satgas melibatkan kementerian atau lembaga terkait, pemerintah daerah di tingkat provinsi dan kabupaten atau kota. Yang menjadi fokus satgas adalah menindak harga komoditas beras, jagung, kedelai, daging sapi dan kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng, serta gula konsumsi.

“Pengawasan dilakukan serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, mencakup seluruh rantai pasok mulai dari produsen, distributor, hingga pedagang eceran dan ritel modern,” ujarnya.

Selain itu, kata dia, dibentuknya Satgas Saber sebagai wujud kehadiran negara dalam melindungi masyarakat menjelang periode rawan lonjakan harga dan potensi pelanggaran distribusi pangan.

“Tujuan utama Satgas Saber ini adalah melindungi masyarakat, menjaga keamanan dan mutu pangan menjelang HBKN. Penegakan hukum dilakukan sebagai langkah terakhir, namun tetap tegas apabila ditemukan pelanggaran serius,” tegasnya. (min)