Home - Megapolitan - Banjir Tinggalkan Masalah, Puluhan Jalan di Bekasi Rusak Picu Kecelakaan

Banjir Tinggalkan Masalah, Puluhan Jalan di Bekasi Rusak Picu Kecelakaan

Banjir dan hujan lebat merusak puluhan ruas jalan di Kota dan Kabupaten Bekasi. Aspal mengelupas, lubang jalan memicu kecelakaan, URC dikerahkan.

Selasa, 3 Februari 2026 - 12:30 WIB
Banjir Tinggalkan Masalah, Puluhan Jalan di Bekasi Rusak Picu Kecelakaan
Salah satu jalan rusak di ruas Jalan Chairil Anwar dan Jalan Joyomartono Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto/Hallonews

HALLONEWS.COM – Banjir yang melanda Bekasi meninggalkan persoalan serius pada infrastruktur jalan. Di Kota Bekasi, 34 titik ruas jalan dilaporkan rusak tersebar di 12 kecamatan dan puluhan lainnya wilayah Kabupaten Bekasi kerap memicu kecelakaan lalu lintas.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto mengatakan kerusakan jalan pascabanjir memiliki tingkat keparahan yang beragam, mulai dari aspal terkelupas hingga lubang besar yang membahayakan pengguna jalan.

“Untuk kerusakan kecil langsung kami tangani melalui Unit Reaksi Cepat (URC). Sementara yang berskala besar kami proses lewat pengadaan, dan saat ini sebagian sudah masuk tahap lelang,” kata Idi, Selasa (3/2/2026).

Idi menjelaskan, tidak seluruh jalan rusak berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Bekasi. Menurutnya, status jalan terbagi menjadi tiga, yakni jalan nasional, jalan provinsi, dan jalan kota.

“Warga tentu tidak tahu jalan rusak itu kewenangannya siapa. Tapi kami tetap berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional maupun Bina Marga Provinsi untuk penanganannya agar secepatnya segera diperbaiki,” ucapnya.

Bekasi4
Salah satu jalan rusak di ruas Jalan Chairil Anwar dan Jalan Joyomartono Bekasi Timur, Kota Bekasi. Foto/Hallonews

Meski begitu, untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah kota, Idi memastikan seluruh URC telah diterjunkan guna merespons laporan masyarakat. Ia mengakui, curah hujan tinggi yang datang berulang membuat kondisi jalan cepat rusak meski telah diperbaiki.

“Setelah banjir, hujan turun lagi. Aspal banyak yang mengelupas, jadi kerusakannya luar biasa,” ujarnya.

Sejumlah proyek perbaikan skala besar, kata Idi, mulai dikerjakan setelah Surat Perintah Kerja (SPK) diterbitkan. Salah satu titik terparah berada di kawasan Nonon Sonthanie. “Sudah mulai kami kerjakan. Base course-nya sudah turun dan pekerjaan berjalan,” kata dia.

Idi juga menyinggung beberapa ruas jalan yang sempat viral di media sosial. Jalan Ahmad Yani dan Cut Meutia, menurutnya, merupakan jalan nasional, sementara Jalan Narogong berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Keluhan warga terlihat di Jalan HM Joyo Martono, Bulak Kapal, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Kondisi jalan yang berlubang dan rusak parah dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Ariesant (30), salah satu pengguna jalan, mengatakan kerusakan di ruas tersebut sudah berlangsung lama meski berulang kali diperbaiki.

“Sudah lama rusak dan berlubang. Walaupun ditambal, paling seminggu kemudian berlubang lagi. Banyak orang jatuh di sini,” kata warga Bekasi Timur ini.
Ia mengaku pernah menyaksikan langsung kecelakaan yang cukup serius akibat jalan berlubang tersebut. “Kemarin ada korban jatuh sampai enggak bisa jalan. Kakinya kayak patah, masih anak muda,” ujarnya.

Kerusakan jalan akibat banjir juga terjadi di Kabupaten Bekasi. Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi bergerak melakukan perbaikan darurat.

Kepala Dinas SDABMBK Kabupaten Bekasi Henri Lincoln mengatakan perbaikan dilakukan dengan metode tambal sulam pada puluhan titik-titik berlubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Tim URC sudah turun menutup lubang-lubang jalan akibat curah hujan tinggi,” kata Henri.

Ia menjelaskan, kerusakan struktur jalan dipicu intensitas hujan yang tinggi sehingga lapisan aspal mudah terkelupas, terutama di ruas padat kendaraan seperti Jalan Inspeksi Kalimalang.

“Fokus perbaikan dari Tambun Selatan hingga Tegal Danas, Kecamatan Cikarang Pusat. Titik paling parah kami prioritaskan,” ujarnya.

Henri menegaskan, perbaikan URC bersifat sementara untuk menjaga keselamatan masyarakat sambil menunggu penanganan permanen. Ia juga mengimbau pengguna jalan agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya pengendara roda dua.

“Kondisi jalan masih licin akibat hujan. Utamakan keselamatan agar perjalanan tetap aman,” pungkasnya. (dul)