Home - Megapolitan - Banjir Terulang, Dewan Ingatkan Jangan Cuma Sigap Saat Air Naik

Banjir Terulang, Dewan Ingatkan Jangan Cuma Sigap Saat Air Naik

Banjir merendam kawasan Pademangan Raya, Jakarta Utara. Genangan air mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas, sementara petugas terus melakukan pemantauan dan penanganan di lokasi terdampak.

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:08 WIB
Banjir Terulang, Dewan Ingatkan Jangan Cuma Sigap Saat Air Naik
Banjir di Pademangan Raya, Jakarta Utara. (Hallonews/Anjasmoro)

HALLONEWS.COM – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung kembali memastikan bahwa seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat menyikapi naiknya debit Sungai Ciliwung yang kembali menimbulkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Kenaikan muka air tersebut diketahui berasal dari Bendung Katulampa, Bogor, yang telah berada pada status Siaga 3 sejak sekitar 15 jam sebelumnya.

Pramono menegaskan, Jakarta sejatinya sudah bersiap sejak informasi kiriman air itu diterima.

“Karena Katulampa dari kemarin sudah Siaga 3, maka kami di Jakarta tentu tidak tinggal diam. Semua sudah disiapkan,” ujar Pramono kepada wartawan Sabtu (31/1/2026).

Sebagai langkah teknis, Pemprov DKI memilih membuka sejumlah pintu air di sepanjang aliran Ciliwung.

Kebijakan itu membuat beberapa kawasan yang selama ini relatif aman sentuhan air akhirnya ikut dialiri limpasan demi menurunkan tekanan debit sungai.

“Di Manggarai juga sudah naik. Jadi mau tidak mau, daerah-daerah yang biasanya tidak dialiri harus dibuka supaya air bisa segera menuju laut,” kata Pramono.

Meski demikian, upaya mendorong air ke laut rupanya tidak semulus rencana.

Tingginya permukaan air laut membuat aliran dari hulu tidak bisa serta-merta dilepas. Pramono menyebut proses pengaliran kini dilakukan secara bertahap sejak pagi hari.

“Air dari Katulampa mulai masuk sejak pukul 09.10 WIB. Sekarang pelan-pelan kita dorong ke laut, sambil memastikan seluruh pintu air berfungsi,” ujarnya.

Sementara itu, dari gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta, Ketua DPRD Khoirudin mengingatkan Pemprov agar tidak hanya sigap saat air sudah terlanjur naik.

Ia mendorong agar pengerukan sungai dan saluran air dilakukan rutin sepanjang tahun, bukan sekadar ritual tahunan jelang musim hujan.

“Sedimentasi lumpur terus terjadi di sedikitnya 13 aliran sungai di Jakarta. Tanpa pengerukan berkelanjutan, kapasitas sungai akan terus menyusut,” kata dia.

“Endapan lumpur itu tidak mengenal musim Jadi pengerukan juga jangan musiman,” tambahnya.

Politisi PKS itu menegaskan, kedalaman sungai idealnya dijaga hingga lima meter agar daya tampung air tetap optimal.

Ia juga menyoroti sekitar 500 titik saluran penghubung yang dinilai perlu perawatan serupa.

“Saluran penghubung juga harus dikeruk rutin. Jangan tunggu banjir dulu,” ujarnya.

Khoirudin menilai, perawatan sungai yang konsisten menjadi kunci untuk menekan dampak banjir, baik akibat kiriman air dari hulu, hujan lokal, maupun limpasan air laut.

“Kalau dirawat terus, dampaknya ke warga bisa diminimalisir,” pungkasnya. (ALS)