Banjir Rob Berpotensi Meningkat, Legislator: Supermoon Bukan Lagi Fenomena Langka, Mitigasi Harus Diperkuat

HALLONEWS COM – Risiko banjir rob dan dampak cuaca ekstrem saat Supermoon menjadi perhatian DPRD DKI Jakarta yang mendorong penguatan koordinasi lintas instansi.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat didorong untuk berkolaborasi lintas sektor guna mengantisipasi potensi banjir rob yang dapat terjadi saat fenomena Supermoon.
“Intensitas Supermoon yang kini semakin sering berpotensi memicu pasang air laut dan dampak cuaca ekstrem lainnya,” kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike kepada wartawan Sabtu (3/1/2025)
Legislator Fraksi PDIP itu menjelaskan, fenomena Supermoon tidak lagi terjadi sesekali seperti sebelumnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, peristiwa ini dapat muncul beberapa kali dalam setahun, sehingga risiko kenaikan muka air laut dan genangan di wilayah pesisir Jakarta perlu diantisipasi lebih serius.
“Supermoon sekarang bukan lagi fenomena yang jarang. Dulu mungkin hanya sekali setahun, sekarang bisa terjadi beberapa kali,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pemantauan kondisi lingkungan dan langkah pencegahan sejak dini, terutama terhadap permukiman warga yang tergolong rentan.
“Selain ancaman banjir rob, Yuke juga mengingatkan potensi bahaya lain, seperti angin puting beliung dan pohon tumbang,” jelasnya.
Menurutnya, pemeriksaan terhadap bangunan yang rawan terdampak angin kencang serta kondisi pepohonan di lingkungan permukiman perlu dilakukan secara berkala sebagai bagian dari upaya mitigasi.
Yuke menegaskan, mitigasi risiko bencana merupakan tanggung jawab utama Pemprov DKI Jakarta.
“Oleh karena itu, kami mendorong adanya koordinasi yang lebih solid antara seluruh mitra kerja dan instansi terkait, khususnya dalam penanganan potensi banjir rob di kawasan pesisir ibu kota,” pungkasnya. (ALS)
