Banjir Jakarta Telan Korban, 3 Orang Tewas Kesetrum Listrik
Korban tewas akibat kesetrum listrik yang berasal dari alat elektronik yang terendam banjir. Korban pertama, Maya Saputri, seorang ibu rumah tangga warga Kalibaru, Cilincing meninggal dunia usai tersengat aliran listrik di rumahnya yang kebanjiran.

HALLONEWS.COM – Banjir Jakarta menelan korban jiwa. Pasangan suami istri (pasutri) dan seorang ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan Cilincing, Jakarta Utara tewas tersengat aliran listrik saat banjir Jakarta menerjang.
Ketiga korban tewas akibat kesetrum listrik yang berasal dari alat elektronik yang terendam banjir. Korban pertama, Maya Saputri, seorang ibu rumah tangga warga Kalibaru, Cilincing meninggal dunia usai tersengat aliran listrik di rumahnya yang kebanjiran.
Nawawi, keluarga korban menuturkan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh keluarganya dalam kondisi tergeletak di dalam kamarnya yang terendam banjir. Saat dievakuasi, keluarga harus mematikan aliran listrik rumah terlebih dahulu karena dari jenazah korban mengeluarkan sengatan listrik yang membuat proses evakuasi sulit dilakukan.
Sedangkan korban kedua dan ketiga yakni pasutri asal Semper Barat, Cilincing yang meninggal dunia tersengat aliran listrik dalam peristiwa banjir kemarin.
Kapolsek Cilincing AKP Bobby Subasri menjelaskan, kedua korban yang bernama Hadi Warno dan Naning Juniarti tewas setelah tersengat aliran listrik yang diduga berasal dari alat elektronik.
Saat peristiwa terjadi, korban sedang membersihkan alat elektronik dari sampah sisa banjir. “Diduga terjadi arus pendek kedua korban pun tersengat hingga akhirnya meninggal dunia,” ujarnya.
Personel dari Polsek Cilincing telah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab kematian ketiga korban. Sementara jenazah ketiga korban diserahkan ke pihak keluarga untuk dikebumikan.
Bobby mengimbau warga agar mematikan atau memutus sementara aliran listrik apabila rumah dan kantor terendam banjir untuk menghindari terjadinya peristiwa serupa.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) DKI Jakarta mengungkap banjir di sebagian besar wilayah DKI Jakarta mulai berangsur surut.
Kini hanya 28 rukun tetangga (RT) serta enam ruas jalan yang masih tergenang.
“Ketinggian air saat ini berkisar 10-60 sentimeter,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, Selasa, 13 Januari 2026.
Banjir di Jakarta sempat menggenangi 63 RT pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 21.00 WIB. Hingga pada Selasa pagi menyisakan 28 RT yang masih tergenang.
Selain menggenangi 28 RT, kata Yohan, banjir juga masih terjadi di enam ruas jalan, dengan ketinggian air berkisar 10 sentimeter (cm).
Merespons kondisi tersebut, Yohan mengatakan BPBD DKI mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan untuk melakukan penyedotan genangan.
“Selain itu, kami memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik agar genangan dapat surut dalam waktu cepat,” ujar Yohan. (min)
