Home - Megapolitan - Banjir Jakarta Makin Menggila! Air Capai 3,5 Meter, Ratusan KK Mengungsi di Tepi Ciliwung

Banjir Jakarta Makin Menggila! Air Capai 3,5 Meter, Ratusan KK Mengungsi di Tepi Ciliwung

Banjir Jakarta kembali parah! Luapan Kali Ciliwung rendam 38 RT, air capai 3,5 meter, ratusan KK mengungsi. Simak kondisi terkini di sini.

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:30 WIB
Banjir Jakarta Makin Menggila! Air Capai 3,5 Meter, Ratusan KK Mengungsi di Tepi Ciliwung
Tim SAR Brimob Polri evakuasi warga Jaksel (Dok Humas Polri)

HALLONEWS.COM – Banjir besar kembali melumpuhkan sejumlah wilayah Jakarta pada Jumat (30/1/2026) pagi.

Luapan Kali Ciliwung yang dipicu hujan intens sejak Kamis (29/1/2026) malam membuat permukiman warga di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur terendam air hingga ketinggian ekstrem, bahkan mencapai 3,5 meter di beberapa titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan salah satu titik terdalam berada di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan Jalan Jembatan Gantung.

Di wilayah ini, ketinggian muka air sempat menyentuh 320 sentimeter pada dini hari sebelum berangsur surut menjadi sekitar 260 sentimeter pada pagi hari.

Kawasan tersebut berada di bantaran Kali Ciliwung dan dikenal sebagai wilayah rawan banjir saat hujan lebat mengguyur Jakarta maupun kawasan hulu.

Aktivitas warga lumpuh total. Sebagian warga terlihat membersihkan lumpur dari rumah, sementara lainnya memilih mengungsi ke ruko dan bangunan yang lebih tinggi sambil menyelamatkan barang-barang berharga.

Tak hanya Jakarta Selatan, kondisi lebih parah terjadi di Jakarta Timur. BPBD mencatat 38 RT di dua kecamatan terdampak banjir akibat luapan Kali Ciliwung yang diperparah hujan lokal.

Air merendam wilayah Kramat Jati dan Jatinegara, mencakup lima kelurahan dengan total 581 kepala keluarga atau 1.830 jiwa terdampak.

Wilayah dengan dampak terparah berada di Kelurahan Cawang. Di kawasan Jalan Taman Harapan, ketinggian air meningkat drastis dari 210 sentimeter pada dini hari menjadi 350 sentimeter menjelang pagi. Genangan setinggi tiga meter juga terjadi di kawasan Jalan Raya Kalibata dan gang-gang permukiman padat penduduk.

Sementara itu, di Kelurahan Cililitan, air setinggi dua meter merendam jalan lingkungan dan rumah warga sejak pukul 03.00 WIB. Kondisi serupa terjadi di Balekambang, meski ketinggian air cenderung fluktuatif.

Di wilayah Kampung Melayu, Kebon Pala, banjir kembali menjadi mimpi buruk tahunan. Air dengan cepat naik sejak pukul 02.00 WIB dan mencapai dua meter, merendam rumah, kendaraan, serta memutus akses jalan. Banyak warga memilih mengungsi sejak dini ke sekolah dan fasilitas umum demi menghindari risiko yang lebih besar.

BPBD Jakarta Timur memastikan pemantauan terus dilakukan secara intensif. Petugas disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan air susulan, mengingat kondisi aliran Kali Ciliwung masih sangat dipengaruhi curah hujan di wilayah hulu.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan masih berpotensi mengguyur Jakarta sepanjang hari, khususnya pada sore hingga malam. Kondisi ini membuat warga di bantaran sungai diminta tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan.(wib)