Banjir di Jakarta Meluas, Ketinggian Air di Cilandak Timur Capai 95 Cm
Banjir Jakarta meluas akibat hujan deras. Ketinggian air di Cilandak Timur capai 95 cm, ratusan warga terdampak dan Transjakarta alami keterlambatan.

HALLONEWS.COM – Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya sejak Senin pagi menyebabkan banjir meluas di sejumlah kawasan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat ketinggian banjir di Jalan NIS, Cilandak Timur, Jakarta Selatan, mencapai 95 sentimeter pada pukul 09.00 WIB.
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, mengatakan banjir terdalam terjadi di RT 03/RW 03 dengan tinggi muka air (TMA) mencapai 95 sentimeter. Sebelumnya, pada pukul 07.45 WIB, ketinggian air di lokasi tersebut masih berada di angka 20 sentimeter sebelum terus meningkat seiring hujan deras yang turun di wilayah hulu.
“Selain RT 03/RW 03, genangan juga terjadi di RT 09/RW 03 dengan ketinggian 50 sentimeter serta RT 13/RW 01 setinggi 40 sentimeter,” ujar Yohan di Jakarta, Senin.
Menurut BPBD DKI Jakarta, banjir dipicu oleh luapan Kali Krukut yang tidak mampu menampung debit air akibat intensitas hujan lebat di wilayah hulu. Luapan tersebut menyebabkan air meluber ke permukiman warga dan ruas jalan di kawasan Cilandak Timur.
Data sementara mencatat sebanyak 99 kepala keluarga (KK) atau 326 jiwa terdampak banjir di RT 09/RW 03. Sementara itu, di RT 03/RW 03 terdapat 149 KK atau 476 jiwa terdampak, serta 45 KK atau 105 jiwa di RT 13/RW 01.
Tak hanya di Jakarta Selatan, banjir juga melanda wilayah Jakarta Utara. BPBD DKI Jakarta melaporkan dua RT di Kelurahan Tanjung Priok terendam air dengan ketinggian mencapai 20 sentimeter. Selain itu, empat ruas jalan di Kecamatan Koja dan Kecamatan Cilincing turut terendam banjir akibat curah hujan tinggi.
Ruas jalan yang terdampak antara lain Jalan Anggrek di Kelurahan Rawa Badak Utara, Jalan Walang Baru VII A di Kelurahan Tugu Utara, Jalan Rorotan di depan masjid, serta Jalan Taman Stasiun di Kelurahan Tanjung Priok. Banjir juga merendam Jalan Astra di kawasan Sunter hingga Boulevard Kelapa Gading, menyebabkan arus lalu lintas tersendat dan sejumlah kendaraan mogok.
BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel gabungan untuk memantau kondisi genangan serta mengoordinasikan Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna melakukan penyedotan air dan memastikan saluran berfungsi optimal. Pemerintah daerah menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat.
Dampak banjir juga dirasakan pada layanan transportasi publik. Sejumlah koridor dan rute Transjakarta mengalami keterlambatan, terutama di kawasan Cawang dan Kampung Melayu. Koridor yang terdampak antara lain Koridor 5, 7, 9, dan 10, serta sembilan rute bus pengumpan lainnya.
Sementara itu, BMKG memprakirakan hujan ringan masih berpotensi mengguyur sebagian wilayah Jakarta hingga malam hari, dengan suhu berkisar antara 23 hingga 26 derajat Celcius. BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera menghubungi layanan darurat 112 jika menghadapi kondisi darurat. (ALS)
