Banjir Belum Usai, Legislator Dorong PJJ dan WFH Demi Keselamatan Warga
Ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyampaikan pandangan dan peran strategis Komisi D terkait isu pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Jakarta.

HALLONEWS.COM– Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, Yuke Yurike, kembali mengingatkan warga Ibu Kota agar tidak lengah menghadapi cuaca ekstrem yang masih betah menyelimuti Jakarta.
Berdasarkan informasi terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), intensitas hujan di Jakarta diprediksi tetap tinggi hingga awal Februari 2026.
Kondisi tersebut dinilai bukan sekadar gangguan cuaca biasa. Peningkatan curah hujan berpotensi memicu banjir, genangan, hingga berbagai persoalan hidrometeorologi yang kerap berulang dari tahun ke tahun.
“Warga yang tinggal di wilayah rawan banjir sebaiknya tetap siaga dan tidak menganggap enteng kondisi ini,” kata Yuke, Sabtu (31/1/2025).
Legislator dari PDI Perjuangan itu menilai, masyarakat di kawasan rentan sudah semestinya melakukan langkah antisipasi sejak dini, bukan menunggu air masuk rumah.
Salah satunya dengan mengamankan dokumen penting dan barang berharga.
“Surat rumah, ijazah, STNK, dan dokumen penting lainnya sebaiknya diamankan lebih dulu,” ujarnya.
Bila situasi semakin tidak kondusif, Yuke menyarankan warga untuk mempertimbangkan pindah sementara ke lokasi yang lebih aman.
Langkah ini dinilai lebih realistis ketimbang bertahan dan berharap air cepat surut.
“Kalau memang memungkinkan, cari tempat yang lebih aman untuk sementara waktu,” tuturnya.
Selain banjir, Yuke juga menyoroti ancaman korsleting listrik yang kerap muncul saat genangan melanda permukiman.
Ia meminta warga memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman demi menghindari risiko yang lebih fatal.
“Keamanan listrik jangan diabaikan. Jangan sampai banjir ditambah bahaya lain,” kata Yuke.
Ia menegaskan, seluruh langkah tersebut bertujuan menekan dampak dan risiko saat cuaca ekstrem kembali datang, sesuatu yang belakangan terasa semakin sering.
Yuke juga mengingatkan masyarakat agar tidak menutup mata terhadap informasi prakiraan cuaca. Ia meminta warga rutin memantau perkembangan kondisi cuaca melalui kanal resmi, terutama BMKG.
Di sisi lain, Yuke menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang memperpanjang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi pelajar serta penerapan kerja dari rumah (WFH) bagi pekerja.
Menurutnya, ketika kondisi cuaca tidak bersahabat, keselamatan seharusnya menjadi prioritas utama.
“Kalau cuaca tidak memungkinkan, siswa sebaiknya belajar dari rumah. Pekerjaan pun bisa dilakukan dari rumah,” pungkasnya. (ALS)
