Bali Dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia 2026 Versi TripAdvisor
Bali meraih peringkat pertama sebagai destinasi wisata terbaik dunia 2026 versi TripAdvisor, mengungguli London, Paris, dan Dubai.

HALLONEWS.COM — Bali kembali mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata terbaik dunia dengan meraih peringkat pertama dalam ajang The Travelers’ Choice Awards Best of the Best Destination List 2026 versi TripAdvisor.
Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan dan penilaian positif wisatawan internasional terhadap Bali.
“Terima kasih atas ulasan dan penilaian yang diberikan kepada Bali melalui TripAdvisor. Terpilihnya Bali sebagai destinasi wisata terbaik dunia versi TripAdvisor menunjukkan bahwa Bali masih menjadi magnet utama pariwisata dunia,” ujar Widiyanti dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (16/1/2026).
Peringkat pertama tersebut merupakan posisi tertinggi yang pernah diraih Bali dalam sejarah penilaian TripAdvisor. Pada tahun-tahun sebelumnya, Bali secara konsisten masuk jajaran 10 besar destinasi terbaik dunia, namun belum pernah menempati posisi puncak.
Penghargaan ini disusun berdasarkan ulasan dan penilaian wisatawan global sepanjang tahun 2025. Dalam daftar tersebut, Bali berhasil mengungguli sejumlah destinasi ikonik dunia, seperti London (pemenang 2024), Dubai, Hanoi, Paris, dan Roma.
Selain dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia, Bali juga meraih sejumlah penghargaan bergengsi lainnya, antara lain:
-
Peringkat pertama Destinasi Bulan Madu Terbaik (Honeymoon Destination)
-
Top 10 Destinasi Budaya Terbaik (Cultural Destination)
-
Top 10 Destinasi Wisata Solo Terbaik (Solo Travel Destination)
-
Top 20 Kota Paling Tren di Dunia (Trending Cities)
Pencapaian tersebut diharapkan menjadi pemicu peningkatan kualitas layanan pariwisata serta penguatan prinsip pariwisata berkelanjutan di seluruh Indonesia, sekaligus menarik lebih banyak wisatawan berkualitas.
“Ke depan, kami ingin memastikan Bali terus tumbuh sebagai destinasi pariwisata berkualitas yang memberi manfaat bagi masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, serta menginspirasi dunia,” ujar Widiyanti.
Bali dikenal sebagai destinasi unggulan berkat keberagaman daya tariknya. Keindahan alam yang memukau berpadu dengan kekayaan budaya, seni, tradisi, serta upacara keagamaan yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Pengalaman wisata yang ditawarkan Bali tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga menghadirkan kedalaman makna bagi para pengunjung. Harmoni antara alam dan budaya inilah yang menjadikan Bali sebagai destinasi yang selalu dirindukan wisatawan dari berbagai penjuru dunia.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata juga menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, sektor pariwisata Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Hal ini tercermin dari peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara maupun perjalanan wisatawan nusantara.
Secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan, meningkat 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 12,66 juta kunjungan.
“Dari sisi pasar utama, kunjungan wisatawan mancanegara masih didominasi oleh lima negara penyumbang terbesar, yakni Malaysia, Australia, Singapura, Tiongkok, dan Timor Leste. Kelima negara ini secara kumulatif menyumbang lebih dari 56 persen total kunjungan wisatawan mancanegara pada November 2025,” jelas Widiyanti di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Menurutnya, komposisi tersebut menunjukkan kuatnya pasar regional, sekaligus menjadi pengingat pentingnya penguatan konektivitas, promosi yang tepat sasaran, serta peningkatan kualitas layanan untuk memperluas pasar ke kawasan lainnya.
Dari sisi pintu masuk udara, kunjungan wisatawan mancanegara masih terkonsentrasi di lima bandara utama, yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno–Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Yogyakarta.
“Kelima pintu masuk ini merupakan simpul strategis konektivitas pariwisata internasional Indonesia dan akan terus diperkuat, baik dari sisi layanan, pengalaman kedatangan, maupun integrasi dengan destinasi,” katanya.
Sementara itu, secara kumulatif, selisih antara jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nasional meningkat dari 4,52 juta pada Januari–November 2024 menjadi 5,64 juta pada periode yang sama tahun 2025. Kondisi ini menjadi sinyal positif bagi penguatan neraca pariwisata dan devisa nasional.
Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menambahkan bahwa perjalanan wisatawan nusantara sepanjang 2025 juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara tercatat mencapai 1,09 miliar perjalanan, melampaui target 2025 sebesar 1,08 miliar perjalanan.
“Capaian ini menegaskan peran strategis wisatawan nusantara sebagai penyangga utama pariwisata nasional, terutama dalam menjaga stabilitas sektor ini di tengah dinamika global,” ujar Ni Luh Puspa.
Namun demikian, ia juga menyoroti tantangan pemerataan destinasi, mengingat lebih dari 61 persen perjalanan wisatawan nusantara masih terkonsentrasi di lima provinsi di Pulau Jawa, yakni Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, dan Banten.
Untuk itu, Kementerian Pariwisata terus mendorong diversifikasi destinasi melalui penguatan destinasi prioritas, destinasi regeneratif, serta pengembangan desa wisata di luar Pulau Jawa. (GAA)
