Awas! Jalur Ini Jadi Neraka Macet Bekasi Menjelang Libur Natal dan Tahun Baru
Satlantas Polres Metro Bekasi mempetakan titik rawan macet di wilayah Kabupaten Bekasi menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

HALLONEWS.COM – Arus lalu lintas di Kabupaten Bekasi diprediksi semakin padat menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Beberapa hari ke depan, sejumlah ruas jalan utama dipastikan mengalami kepadatan, khususnya di kawasan penyangga industri.
Salah satu titik kemacetan paling terasa berada di Jalan Inspeksi Kalimalang. Ruas ini kerap tersendat akibat tingginya aktivitas keluar-masuk kawasan industri, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari. Jalan tersebut juga menjadi akses utama mobilitas warga Bekasi.
Sejumlah simpang yang menjadi langganan macet di antaranya Persimpangan Jarakosta, penghubung Jalan Perjuangan menuju Jalur Pantura sekaligus akses ke kawasan industri MM2100. Kepadatan juga kerap terjadi di ruas Jalan Kawasan Industri MM2100.
Jika sebelumnya kemacetan hanya terjadi pada pagi dan sore hari, kini kondisi padat merayap kerap terlihat siang hari. Salah satu penyebab utamanya penutupan Jembatan Cikarang atau yang dikenal warga sebagai Jembatan EJIP, yang saat ini tengah menjalani perbaikan jalan.
Jembatan tersebut akses vital bagi kendaraan roda empat dan truk perusahaan. Akibatnya, kendaraan berat terpaksa mencari jalur alternatif, sehingga beban lalu lintas di Jalan Inspeksi Kalimalang meningkat signifikan. Sesuai rencana, jembatan ditutup hingga 11 Januari 2026.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi, Kompol Sugihartono, mengakui dampak penutupan jembatan tersebut sangat besar terhadap kelancaran lalu lintas di sekitarnya.
“Penutupan Jembatan Cikarang dampaknya cukup luar biasa kepadatannya. Kepadatan terlihat terutama pada pagi hari di kawasan Cifest dan Jarakosta Warung Bongkok,” ujar Sugihartono, Minggu (21/12/2025).
Berdasarkan pemantauan kepolisian, terdapat setidaknya dua titik kepadatan utama, yakni di Persimpangan Jalan Jarakosta–Kalimalang dan kawasan Cifest, Cikarang Selatan. Kedua ruas ini merupakan jalur penting logistik dan juga menjadi alternatif bagi pengendara roda dua.
Untuk mengurai kemacetan, pihak kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas dengan membuka Jembatan Cikarang secara terbatas.
“Kami membuka Jembatan Cikarang khusus untuk kendaraan roda dua agar sirkulasi dari kawasan EJIP maupun MM2100 tetap berjalan. Namun tetap dalam pengawasan karena kondisi tanah di sekitar jembatan masih labil,” tambahnya.
Dampak kemacetan juga dirasakan langsung oleh para pekerja. Baharuddin (40), karyawan perusahaan manufaktur elektronik di kawasan industri EJIP, mengaku harus menempuh jalur memutar sejak jembatan ditutup.
“Sekarang jadi muter, lewat Kalimalang keluar Tegal Gede lalu masuk lagi di perempatan EJIP. Jadinya macet karena semua lewat sana, gabung antara truk sama motor,” ungkapnya.
Baharuddin yang sehari-hari berangkat menggunakan mobil bersama dua tetangganya terpaksa berangkat lebih pagi demi menghindari antrean panjang.
“Biasanya lewat Jarakosta dan Jembatan EJIP bisa berangkat jam 06.30 WIB. Sekarang jam 05.00 WIB sudah harus jalan karena takut kena macet di Warung Bongkok. Rumah saya di Cibitung, jaraknya lumayan jauh,” tandasnya. (dul)
