Home - Teknologi & Digital - Awas, Fenomena Cold Moon di Penghujung Tahun akan Berdampak pada Pesisir Indonesia!

Awas, Fenomena Cold Moon di Penghujung Tahun akan Berdampak pada Pesisir Indonesia!

Langit malam di 4 Desember 2025 ini akan menghadirkan salah satu fenomena astronomi paling dinanti yakni Cold Moon, bulan purnama terakhir di penghujung tahun.

Kamis, 4 Desember 2025 - 9:00 WIB
Awas, Fenomena Cold Moon di Penghujung Tahun akan Berdampak pada Pesisir Indonesia!
Fenomena Cold Moon, Purnama di penghujung tahun. Foto: Dok Freepik

HALLONEWS.COM – Langit malam di 4 Desember 2025 ini akan menghadirkan salah satu fenomena astronomi paling dinanti yakni Cold Moon, bulan purnama terakhir di penghujung tahun.

Cold Moon di 4 Desember ini bertepatan dengan fase supermoon. Istilah Cold Moon sendiri berasal dari tradisi penduduk asli Amerika Utara, merujuk pada bulan purnama yang muncul saat musim dingin mulai mencapai puncaknya.

Meski Indonesia tak mengalami musim salju, pesona Cold Moon tetap akan menjadi suguhan visual yang menarik bagi para penikmat langit.

Sebagai supermoon, Cold Moon akan tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibanding purnama biasanya. Hal ini terjadi karena posisi Bulan berada pada titik terdekat dengan Bumi (perigee), sehingga ukurannya tampak lebih besar hingga beberapa persen di mata telanjang.

Dengan kondisi cuaca yang cerah dan minim polusi cahaya, masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan purnama yang bersinar lebih intens, terutama saat Bulan mulai muncul di ufuk timur menjelang malam.

Namun, kehadiran Cold Moon bukan hanya soal keindahan. Fenomena ini juga berkaitan erat dengan dinamika pasang surut laut.

Ketika Bulan berada pada posisi perigee dan bersamaan dengan fase purnama, gaya gravitasi terhadap Bumi meningkat sehingga memicu pasang laut maksimum, atau yang dikenal sebagai king tide.

Sejumlah wilayah pesisir di Indonesia, terutama yang memiliki topografi rendah, berpotensi mengalami kenaikan muka air laut, bahkan banjir rob dalam skala tertentu.

BMKG dan beberapa lembaga maritim telah mengeluarkan imbauan agar masyarakat pesisir tetap waspada. Aktivitas seperti melaut, bongkar muat di pelabuhan, maupun aktivitas di kawasan tambak disarankan untuk memperhatikan jadwal pasang surut harian.

Meski tak selalu menimbulkan dampak besar, fenomena supermoon sering kali memicu genangan yang lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa.

Di sisi lain, bagi kalangan pengamat langit, Cold Moon selalu menjadi momen refleksi. Ia menandai akhir dari siklus purnama dalam satu tahun, sekaligus menjadi simbol bahwa perjalanan waktu terus bergerak.

Banyak komunitas astronomi memanfaatkan momen ini untuk melakukan pemotretan Bulan, menggelar diskusi publik, atau edukasi astronomi ringan bagi masyarakat.

Cold Moon bukan sekadar peristiwa astronomi, melainkan pengingat tentang hubungan manusia dengan alam. Keindahannya memikat, tetapi juga membawa pesan kewaspadaan—bahwa setiap gerak benda langit, sekecil apa pun, memiliki pengaruh pada kehidupan kita di Bumi. Fenomena ini jadi pengingat bahwa mengagumi alam juga harus disertai dengan memahami konsekuensinya.