Home - Olahraga - Arema FC Berduka: Asisten Pelatih Kuncoro Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan

Arema FC Berduka: Asisten Pelatih Kuncoro Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan

Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro yang akrab disapa Abah Kun, wafat pada Minggu (18/1/2026) sore. Peristiwa ini terjadi usai Kuncoro bermain bola dalam peringatan 100 Tahun Stadion Gajayana.

Senin, 19 Januari 2026 - 8:00 WIB
Arema FC Berduka: Asisten Pelatih Kuncoro Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Dok Arema FC Aksi Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro, di pinggir lapangan. Kuncoro wafat pada Minggu (18/1/2026) sore seusai bermain bola dalam peringatan 100 Tahun Stadion Gajayana.

HALLONEWS.COM – Keluarga besar Arema FC sangat berduka atas wafatnya Asisten Pelatih Arema FC, Kuncoro yang akrab disapa Abah Kun pada Minggu (18/1/2026) sore. Kuncoro wafat setelah terkena serangan jantung di tengah perayaan satu abad Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur.

Perayaan seabad Stadion Gajayana yang penuh sukacita, seketika berubah menjadi duka mendalam. Sang legenda hidup sekaligus Asisten Pelatih Arema FC, berpulang ke Rahmatullah setelah terkena serangan jantung di tempat yang paling dicintainya, lapangan sepak bola.

Peristiwa duka itu terjadi usai Kuncoro terlibat dalam Laga Charity peringatan 100 Tahun Stadion Gajayana, di mana ia bermain bersama para legenda Arema. Setelah tampil di babak pertama, Kuncoro berjalan menuju bench cadangan untuk beristirahat. Tak berselang lama, ia tiba-tiba ambruk dan tidak sadarkan diri di tepi lapangan.

Tim medis dan rekan-rekan legenda segera memberikan pertolongan pertama dan kemudian membawa Kuncoro ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Meski telah mendapat perawatan intensif, nyawa pelatih berusia 53 tahun itu tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.

Manajemen Arema FC menyampaikan rasa duka yang mendalam atas kepergian sosok yang juga dikenal sebagai “Abah Kuncoro”. Dalam pernyataannya, klub menyampaikan doa agar segala amal ibadah almarhum diterima dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan menghadapi masa sulit ini.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengenang Kuncoro sebagai sosok yang sangat berdedikasi kepada klub. Menurutnya, Gajayana bukan hanya tempat berlaga, tetapi juga saksi perjalanan panjang karier profesional Kuncoro, dari masa bermain hingga mengabdi sebagai pelatih.

Kepergian Kuncoro menjadi pukulan emosional bagi skuad Arema FC, Aremania, serta insan sepak bola nasional. Selain dikenal sebagai pelatih, Kuncoro juga memiliki rekam jejak panjang sebagai pemain Arema dan klub-klub lain di Indonesia sebelum beralih ke dunia kepelatihan.

Pertandingan amal yang semula dimaksudkan untuk merayakan warisan sepak bola Malang itu berubah menjadi momen duka yang mendalam. Arema FC dan komunitas sepak bola kini berkabung, mengenang dedikasi dan kontribusi Kuncoro bagi perkembangan klub dan olahraga di Tanah Air.

Sore itu, Kuncoro tampak antusias turut ambil bagian dalam Laga Charity 100 Tahun Stadion Gajayana. Ia turun bermain di babak pertama, bahu-membahu bersama deretan legenda sepak bola Malang lainnya seperti Siswantoro, Hermawan, hingga Doni Suherman dan beberapa pemain legend lainnya.

Penonton disuguhkan nostalgia indah melihat sentuhan bola sang legenda yang masih lekat dengan gaya khas Malangan. Tak ada yang menyangka, umpan-umpan dan tawa yang ia bagikan di babak pertama itu adalah persembahan terakhirnya bagi publik Malang.

Usai menuntaskan penampilannya di babak pertama, Kuncoro beristirahat dan duduk di bench pemain. Tak berselang lama, situasi berubah panik. Sosok yang dikenal jenaka itu mendadak kolaps dan tidak sadarkan diri di bangku cadangan.

Melihat kondisi kritis tersebut, perangkat pertandingan memutuskan untuk menghentikan pertandingan. Tim medis pun segera memberikan pertolongan pertama di lokasi. Sesaat kemudian, Kuncoro dipindahkan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang menggunakan ambulans. Namun, takdir berkata lain. Sang legenda dinyatakan meninggal dunia.

General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyampaikan rasa duka yang mendalam. “Kami semua sangat shock dan terpukul. Cak Kun memulai karier profesionalnya di Stadion Gajayana, tempat dia merajut mimpi masa mudanya. Dan hari ini, Allah memanggilnya pulang di stadion yang sama, tepat di momen 100 tahun stadion ini. Beliau ‘pulang’ saat sedang bahagia berkumpul dengan sahabat-sahabat lamanya di lapangan,” ujar Yusrinal dikutip dari aremafc.com.

Yusrinal menambahkan bahwa dedikasi Kuncoro untuk Arema tidak akan pernah tergantikan. ”Beliau pergi di ‘rumahnya’ sendiri. Selamat jalan, Legenda. Loyalitasmu abadi,” tambahnya. Kepergian Kuncoro bukan hanya kehilangan bagi Arema, tapi bagi sepak bola Indonesia. Sosoknya yang humoris, tegas, dan setia kawan akan selalu dikenang.

Selamat jalan Abah Kun, namamu abadi di hati Singo Edan. (gaa)