Home - Internasional - Ancaman Trump Mereda, Negosiasi Rahasia AS–Denmark Soal Greenland Dimulai

Ancaman Trump Mereda, Negosiasi Rahasia AS–Denmark Soal Greenland Dimulai

Ancaman Trump soal Greenland mereda. AS dan Denmark mulai pembicaraan teknis tertutup, NATO disebut siap meningkatkan peran di kawasan Arktik.

Jumat, 30 Januari 2026 - 8:18 WIB
Ancaman Trump Mereda, Negosiasi Rahasia AS–Denmark Soal Greenland Dimulai
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen memberikan konferensi pers menjelang makan siang kerja bersama Presiden Prancis dan Perdana Menteri Greenland di Istana Élysée, Paris, 28 Januari 2026. Foto: CGTN for Hallonews

HALLONEWS.COM-Ketegangan diplomatik antara Amerika Serikat dan Denmark terkait Greenland mulai mereda setelah pembicaraan teknis tingkat tinggi resmi dimulai. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengaku kini “lebih optimistis” menyusul pertemuan awal dengan pihak Amerika Serikat di Washington.

Rasmussen menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di sela pertemuan Uni Eropa di Brussels, Rabu (28/1/2026 waktu setempat. Ia mengonfirmasi bahwa pertemuan pertama di tingkat pejabat senior telah berlangsung sehari sebelumnya dan membahas secara khusus isu Greenland.

“Kami mengadakan pertemuan pertama di tingkat pejabat senior di Washington kemarin mengenai masalah Greenland,” kata Rasmussen.

Menurutnya, meski belum menghasilkan keputusan konkret, pembicaraan berlangsung dalam suasana yang konstruktif dan positif. Pertemuan lanjutan pun telah dijadwalkan.

“Pertemuan berjalan dengan baik dalam suasana dan nada yang sangat konstruktif. Bukan berarti semuanya sudah terselesaikan, tetapi ini merupakan perkembangan yang baik,” ujarnya.

Pembicaraan yang bersifat sensitif ini dilakukan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pekan lalu menarik kembali ancamannya untuk mengambil alih Greenland, wilayah otonom Arktik yang berada di bawah Kerajaan Denmark. Ancaman tersebut sebelumnya sempat memicu kekhawatiran serius di Uni Eropa dan NATO.

“Terjadi penyimpangan besar. Situasinya sempat memburuk, tetapi sekarang kita kembali ke jalur yang benar,” kata Rasmussen. “Saya sedikit lebih optimistis hari ini dibandingkan seminggu yang lalu.”

Ancaman Trump terhadap Greenland sebelumnya menyeret aliansi transatlantik ke dalam krisis terdalamnya dalam beberapa tahun terakhir. Namun presiden AS yang dikenal sulit diprediksi itu kemudian mengendurkan sikapnya setelah mengklaim telah mencapai kesepakatan “kerangka kerja” dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, yang disebut bertujuan memastikan pengaruh Amerika Serikat yang lebih besar di kawasan Arktik.

Meski demikian, hingga kini belum ada rincian konkret mengenai isi kesepakatan tersebut. Pemerintah Denmark dan otoritas Greenland tetap menegaskan penolakan terhadap segala bentuk pembahasan penyerahan kedaulatan wilayah.

“Saya telah menegaskan berkali-kali bahwa kami memahami kekhawatiran keamanan Amerika Serikat terkait kawasan Arktik. Ini adalah persoalan yang ingin kami selesaikan melalui kerja sama yang erat,” ujar Rasmussen.

Sebagai bagian dari kompromi dengan Washington, NATO diperkirakan akan meningkatkan aktivitasnya di kawasan Arktik. Di sisi lain, Denmark dan Greenland membuka kemungkinan untuk meninjau ulang perjanjian tahun 1951 yang mengatur penempatan pasukan Amerika Serikat di wilayah tersebut. (ren)