Home - Olahraga - Alami Trauma Penguntitan, Emma Raducanu : “Saya Tidak Lagi Merasa Harus Bersembunyi”

Alami Trauma Penguntitan, Emma Raducanu : “Saya Tidak Lagi Merasa Harus Bersembunyi”

Petenis Inggris Emma Raducanu buka suara soal pengalaman penguntitan yang membuatnya menangis di lapangan Dubai Open. Kini ia bangkit lebih kuat dan tak lagi hidup dalam ketakutan.

Minggu, 21 Desember 2025 - 7:35 WIB
Alami Trauma Penguntitan, Emma Raducanu : “Saya Tidak Lagi Merasa Harus Bersembunyi”
Petenis Inggris Emma Raducanu. (IG Emma Raducanu)

HALLONEWS.COM – Petenis Inggris Emma Raducanu angkat bicara mengenai pengalaman traumatis yang dialaminya awal tahun ini.

Emma Raducanu mengaku telah menjadi korban penguntitan oleh seorang pria yang membuatnya menangis di lapangan saat berlaga di Dubai Open.

Emma Raducanu menegaskan kini dirinya telah bangkit dan tak lagi merasa hidup dalam bayang-bayang ketakutan.

Peristiwa penguntitan tersebut terjadi pada bulan Maret 2025 ini, ketika Raducanu harus menghentikan fokusnya dalam pertandingan putaran kedua melawan Karolina Muchova.

Baru dua gim berjalan, Raducanu mendatangi kursi wasit sambil menangis. Ia mengaku tidak bisa melihat bola dengan jelas karena air matanya dan hampir tidak bisa bernapas akibat tekanan mental yang dialaminya.

Raducanu mengungkapkan bahwa seorang pria yang disebutnya “terobsesi” telah beberapa kali mendekatinya di luar lapangan, bahkan di negara yang berbeda, sebelum akhirnya kembali muncul saat pertandingan berlangsung. Perhatian yang terus-menerus dan tidak diinginkan itu membuat kondisi mentalnya runtuh di tengah laga.

“Saya tak bisa melihat bola karena menangis. Saya hampir tidak bisa bernapas,” ujar Raducanu seperti dikutip dari Sky Sport.

Namun kini, petenis berusia 22 tahun itu telah menunjukkan sisi yang jauh lebih kuat. Ia mengatakan pengalaman pahit tersebut justru menjadi pelajaran besar dalam hidup dan kariernya.

“Saya merasa puas. Saya rasa saya telah banyak belajar tentang diri saya sendiri tahun ini,” kata Raducanu.

“Saya melewati masa-masa yang sangat sulit, baik di dalam maupun di luar lapangan, di awal tahun ini. Tapi hal itu mengajarkan saya kekuatan yang saya miliki untuk bangkit dari kesulitan,” tuturnya percaya diri.

Raducanu juga menekankan pentingnya pengembangan diri di luar tenis. Ia menghabiskan banyak waktu untuk belajar dan memperluas wawasan untuk menjaga kesehatan mentalnya.

“Sebagian besarnya adalah menghabiskan waktu untuk belajar, menimba ilmu, dan mengembangkan otak saya,” ujarnya.

Kini, Emma Raducanu menegaskan bahwa ia tak lagi merasa seperti bersembunyi. Ia siap melangkah ke depan dengan kepercayaan diri baru, membawa pesan kuat tentang ketahanan mental dan keberanian menghadapi trauma.(W-2)