Home - Gaya Hidup - Agensi Cho Jin Woong Angkat Bicara Soal Laporan Kejahatan Masa Lalu Sang Aktor

Agensi Cho Jin Woong Angkat Bicara Soal Laporan Kejahatan Masa Lalu Sang Aktor

Agensi SARAM Entertainment akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait laporan masa lalu Cho Jin Woong, menegaskan adanya tindakan keliru di bawah umur namun membantah tuduhan kekerasan seksual.

Minggu, 7 Desember 2025 - 0:48 WIB
Agensi Cho Jin Woong Angkat Bicara Soal Laporan Kejahatan Masa Lalu Sang Aktor
Aktor Cho Jin Woong. Foto: Soompi

HALLONEWS.COM – Agensi yang menaungi Cho Jin Woong akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi menanggapi laporan mengenai rekam jejak masa lalu sang aktor.

Pada 5 Desember, Dispatch melaporkan bahwa Cho Jin Woong pernah terlibat dalam sejumlah tindak kriminal serius saat masih duduk di bangku SMA, termasuk pencurian kendaraan dan dugaan kekerasan seksual, yang mengakibatkan dirinya dikirim ke pusat penahanan remaja. Laporan itu juga menyebut bahwa ketika dewasa, ia kembali tersandung kasus penyerangan dan mengemudi dalam keadaan mabuk.

Sebagai respons, agensi merilis pernyataan berikut sebagaimana dikutip Soompi, Sabtu 6 Desember 2025:

“Halo, ini SARAM Entertainment. Kami memohon maaf atas keterlambatan pernyataan resmi terkait laporan mengenai aktor Cho Jin Woong. Setelah melakukan pengecekan, kami mengonfirmasi adanya tindakan yang tidak pantas saat ia masih di bawah umur. Fakta tersebut telah diverifikasi, namun karena telah berlalu lebih dari 30 tahun, sangat sulit memastikan seluruh detailnya. Proses hukum yang terkait juga telah selesai.

Kami ingin menegaskan bahwa Cho Jin Woong tidak pernah terlibat dalam tindakan kekerasan seksual. Ia pun menanggapi situasi ini dengan serius dan mengakui bahwa pada masa dewasanya, ada momen ketika keputusan yang keliru menimbulkan masalah.

Kami meminta maaf sedalam-dalamnya kepada pihak-pihak yang mungkin terdampak oleh tindakan masa lalunya, serta kepada para pendukung yang merasa kecewa. Terkait penggunaan nama ayahnya sebagai nama panggung, hal itu bukan untuk menyembunyikan masa lalunya, melainkan sebagai bentuk tekad untuk memperbaiki diri. Kami memohon pengertian dari semua pihak.

Sekali lagi, kami menyampaikan permohonan maaf atas keresahan yang terjadi.” (ren)