Home - Internasional - Polisi Italia Bentrok dengan Demonstran Anti-Olimpiade di Milan, Enam Orang Ditangkap

Polisi Italia Bentrok dengan Demonstran Anti-Olimpiade di Milan, Enam Orang Ditangkap

Bentrokan terjadi di Milan saat polisi Italia membubarkan demonstran anti-Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026. Enam orang ditangkap dalam aksi protes yang diikuti 10.000 peserta.

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:45 WIB
Polisi Italia Bentrok dengan Demonstran Anti-Olimpiade di Milan, Enam Orang Ditangkap
Polisi anti huru-hara Italia menembakkan meriam air untuk membubarkan demonstran anti-Olimpiade di Milan, Sabtu (7/2/2026) waktu setempat. Foto: Sky News for Hallonews

HALLONEWS.COM-Polisi Italia menembakkan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan sekelompok demonstran yang melemparkan petasan, bom asap, dan botol ke arah aparat di dekat lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Milan, Sabtu (7/2/2026) waktu setempat.

Petugas bersenjata lengkap dengan perlengkapan anti huru-hara dan perisai menghadapi sekitar 100 demonstran yang memisahkan diri dari aksi utama. Sejumlah pengunjuk rasa tampak mengenakan tudung dan syal untuk menutupi wajah mereka, saat mencoba mendekati arena hoki es Olimpiade Santagiulia.

Menurut sumber kepolisian, bentrokan juga terjadi sekitar 800 meter dari Perkampungan Olimpiade, tempat sekitar 1.500 atlet menginap. Kelompok kecil demonstran di lokasi tersebut melempar bom asap dan petasan ke arah petugas. Enam orang dilaporkan ditangkap selama insiden berlangsung.

Bentrokan terjadi di tengah demonstrasi besar yang diikuti sekitar 10.000 orang, bertepatan dengan hari pertama penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Milano-Cortina 2026.

Aksi unjuk rasa ini digelar untuk memprotes dampak lingkungan, ekonomi, dan sosial dari penyelenggaraan Olimpiade. Demonstrasi utama berlangsung relatif damai sebelum sebagian peserta memisahkan diri dan memicu bentrokan dengan aparat.

Aksi tersebut diorganisir oleh serikat pekerja akar rumput, kelompok pembela hak perumahan, serta aktivis komunitas dari pusat-pusat sosial di Italia.

Para pengunjuk rasa membawa potongan karton berbentuk pohon sebagai simbol penolakan terhadap penebangan pohon untuk pembangunan lintasan bobsled baru di Cortina d’Ampezzo. Mereka menilai proyek-proyek infrastruktur Olimpiade telah merusak lingkungan kawasan pegunungan.

“Mereka mengabaikan undang-undang yang biasanya diwajibkan untuk proyek infrastruktur besar dengan alasan urgensi Olimpiade,” ujar salah seorang demonstran. Ia juga mengkhawatirkan beban utang yang pada akhirnya akan ditanggung wajib pajak Italia akibat keterlibatan perusahaan swasta.

Sementara itu, Komite Olimpiade Internasional (IOC) menegaskan bahwa sebagian besar Olimpiade menggunakan fasilitas yang sudah ada, sehingga dinilai lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Kantor berita ANSA melaporkan bahwa polisi berhasil mengendalikan kelompok kecil demonstran yang bertindak anarkistis sebelum demonstrasi utama berakhir.
Penolakan terhadap Kehadiran ICE AS

Dalam aksi tersebut, sejumlah pengunjuk rasa juga membawa spanduk bertuliskan “ICE keluar”. Mereka menentang pengerahan agen Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE) ke Italia untuk membantu pengamanan delegasi atlet AS.

Unit Investigasi Keamanan Dalam Negeri AS, yang berfokus pada kejahatan lintas batas, memang kerap mengirim petugas ke acara internasional seperti Olimpiade. Namun, unit ICE yang menangani penindakan imigrasi di dalam negeri AS, yakni Enforcement and Removal Operations, disebut tidak dikerahkan ke Italia. (ren)