Pencurian Kabel PJU, Jalan Kalimalang Bekasi Rawan Kriminal
Pencurian kabel PJU marak di Jalan Kalimalang, Kabupaten Bekasi. Lampu jalan kerap padam meski sudah diperbaiki, memicu kondisi gelap, rawan kecelakaan, dan kriminalitas.

HALLONEWS.COM – Di tengah lalu lintas padat Jalan Kalimalang, Kabupaten Bekasi, sejumlah titik kembali gelap saat malam tiba. Penyebabnya bukan semata kerusakan teknis, melainkan maraknya pencurian kabel dan komponen Penerangan Jalan Umum (PJU) yang terjadi berulang.
Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat pencurian kabel PJU menjadi persoalan serius di sejumlah ruas jalan nasional dan provinsi, dengan Jalan Kalimalang sebagai salah satu titik paling terdampak. Kondisi ini membuat lampu jalan kerap padam hanya beberapa hari setelah diperbaiki.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Deni Hendra, mengatakan hasil penertiban dan pendataan di lapangan menunjukkan kehilangan paling banyak terjadi pada suku cadang serta komponen panel PJU.
“Dari penertiban dan pendataan yang kami lakukan, yang paling banyak hilang itu suku cadang dan komponen panel. Kejadiannya memang banyak di ruas jalan nasional, tetapi aset PJU tersebut milik pemerintah daerah,” kata Deni, Jumat (6/2/2026).
Deni menjelaskan, meski PJU berada di ruas jalan nasional yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, Dishub Kabupaten Bekasi tetap turun tangan melakukan perbaikan demi keselamatan pengguna jalan.
“Karena kesiapan dan kebutuhan di lapangan, kami tetap melakukan perbaikan menggunakan aset yang kami miliki,” ujarnya.
Menurut Deni, kabel PJU berukuran kecil menjadi sasaran utama pencurian karena mudah dibongkar dan memiliki nilai jual. Kehilangan kabel bahkan terjadi secara masif di sepanjang Jalan Kalimalang.
“Dari wilayah KPU sampai perbatasan Karawang, banyak kabel PJU yang hilang,” ungkapnya.
Pencurian tidak hanya terjadi di Kalimalang. Dishub juga mencatat kasus serupa di sejumlah wilayah lain, mulai dari Taman Kalimalang hingga sekitar Stasiun Lemahabang. Akibatnya, lampu PJU kerap kembali mati tak lama setelah dinyalakan.
“Sudah kami perbaiki, tetapi beberapa hari kemudian mati lagi karena dicuri. Ini menjadi tantangan terbesar kami di lapangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, sebagian besar kabel yang dicuri merupakan jenis NYY yang memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Untuk menekan pencurian berulang, Dishub kini tengah mengkaji penggunaan material alternatif.
“Kami sedang mempelajari apakah masih akan menggunakan kabel NYY atau mencari alternatif lain. Jika terus memakai jenis yang sama, setelah diperbaiki kemungkinan besar akan hilang lagi,” katanya.
Selain kajian teknis, Dishub Kabupaten Bekasi juga berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi pencurian. Setiap laporan kehilangan, pihaknya meminta bantuan patroli dari polsek setempat.
“Seperti yang terjadi di Kalimalang, kami meminta bantuan Polsek setempat untuk patroli bergantian. Kami juga melakukan pemeliharaan sambil sosialisasi agar fasilitas ini ikut dijaga,” ujarnya.
Dampak pencurian PJU, lanjut Deni, paling dirasakan masyarakat pada malam hari. Dishub mengaku menerima banyak aduan, baik melalui kanal resmi pengaduan maupun media sosial.
“Aduan sangat banyak, baik melalui laporan resmi maupun media sosial seperti Instagram. Setelah kami perbaiki, ternyata dicuri lagi, lalu masyarakat kembali menyampaikan keluhan,” katanya.
Untuk merespons aduan tersebut, Dishub kini lebih aktif menyampaikan progres penanganan melalui media sosial, termasuk menjelaskan penyebab padamnya PJU jika kembali terjadi pencurian.
“Kami sampaikan setiap ada penanganan. Jika kemudian mati lagi, kami jelaskan penyebabnya adalah pencurian. Kami sudah berupaya maksimal, tetapi tentu tidak bisa menjaga selama 24 jam,” tutur Deni.
Ia mengimbau masyarakat turut menjaga fasilitas umum, khususnya PJU yang berfungsi sebagai perlengkapan keselamatan jalan.
“PJU ini untuk keselamatan masyarakat. Jika lampu mati, apalagi kondisi jalan rusak akibat hujan, risiko kecelakaan dan tindak kriminal menjadi tinggi,” tegasnya. (dul)
