Hotline Satgas Saber Dibuka Jelang Imlek, Ramadan, dan Idulftri 2026, Warga Bisa Laporkan Permainan Harga Pangan
Hotline Satgas Saber 0853-8545-0833 resmi dibuka jelang Imlek, Ramadan, dan Idul Fitri 2026. Warga diminta melaporkan permainan harga, keamanan, dan mutu pangan.

HALLONEWS.COM – Pemerintah mengaktifkan hotline pengaduan Satgas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026.
Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik permainan harga serta peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu.
Masyarakat di seluruh Indonesia dapat menyampaikan laporan melalui hotline 0853-8545-0833.
Layanan ini terbuka bagi warga yang menemukan dugaan pelanggaran harga, distribusi pangan bermasalah, hingga penjualan produk pangan yang berpotensi membahayakan konsumen.
Hotline tersebut menjadi bagian dari penguatan pengawasan pangan nasional yang dilakukan secara terpadu. Setiap laporan yang masuk akan diverifikasi dan ditindaklanjuti langsung oleh Satgas Saber yang bekerja serentak di seluruh daerah.
Pengaktifan hotline ini sebelumnya dibahas dalam Rapat Koordinasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan yang dipimpin Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri, Komjen Pol Drs. Syahardiantono, M.Si, selaku Ketua Pengarah Satgas Saber.
Sementara itu, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI, Dr. I Gusti Ketut Astawa, menegaskan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan untuk mencegah praktik curang di lapangan.
“Melalui hotline ini, masyarakat dapat langsung melaporkan dugaan pelanggaran harga, kecurangan distribusi, hingga peredaran pangan yang tidak memenuhi standar keamanan dan mutu,” ujar Ketut Astawa, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, Satgas Saber dibentuk untuk memastikan seluruh kebijakan pemerintah terkait pangan berjalan sesuai aturan, mulai dari Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Harga Eceran Tertinggi (HET), hingga Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP).
“Pengawasan dilakukan secara serentak di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota, mencakup seluruh rantai pasok pangan, dari produsen, distributor, pedagang eceran, sampai ritel modern,” jelasnya.
Ketut Astawa juga mengingatkan para pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum HBKN untuk melakukan permainan harga, khususnya di tingkat hilir.
Pemerintah menegaskan setiap laporan masyarakat akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Adapun komoditas pangan yang menjadi fokus pengawasan Satgas Saber meliputi beras, jagung, kedelai, daging sapi dan kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, cabai, minyak goreng, serta gula konsumsi.
Satgas Saber Pelanggaran Pangan sendiri dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 4 Tahun 2026. Pemerintah juga memastikan identitas pelapor dijamin kerahasiaannya demi keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Dengan dibukanya hotline ini, pemerintah berharap stabilitas harga serta keamanan pangan tetap terjaga selama perayaan Imlek, Ramadan, hingga Idul Fitri 2026.(gin)
